Virus Corona

Akhir Pandemi Sudah Di Depan Mata, WHO Imbau Tetap Waspada

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pandangannya mengenai akhir dari pandemi Covid-19 yang sudah di depan mata.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Ilustrasi Covid-19 Varian Omicron. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pandangannya mengenai akhir dari pandemi Covid-19 yang sudah di depan mata.

Hal itu sejalan dengan pernyataan WHO yang mengungkapkan bahwa kasus infeksi Covid-19 global saat ini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan secara signifikan.

“Kami tidak pernah berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengakhiri pandemi ini,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

"Kami belum sampai di sana, tetapi akhir pandemi sudah di depan mata," tambahnya.

Dilansir dari Aljazeera, Kamis (15/9/2022) Tedros mengatakan bahwa virus yang telah menewaskan jutaan orang dan menginfeksi 606 juta masyarakat di seluruh dunia, telah turun ke level terendah pada pekan lalu.

Baca juga: Update Covid-19 Global 14 September 2022: Total Infeksi 614,8 Juta, Jumlah Kematian 6,5 Juta

“Jika kita tidak mengambil kesempatan ini sekarang, kita akan menghadapi risiko lebih banyak varian, lebih banyak kematian, lebih banyak gangguan, dan lebih banyak ketidakpastian,” ujar Tedros.

Dalam upaya membantu negara-negara melakukan apa yang diperlukan untuk mengendalikan virus, WHO menerbitkan enam ringkasan kebijakan.

Kemudian, Tedros mendesak para pemimpin negara di seluruh dunia untuk memvaksinasi 100 persen kelompok berisiko tinggi dan terus melakukan pengujian terhadap virus.

Selain itu, WHO juga memperingatkan adanya kemungkinan gelombang virus di masa depan dan mengatakan negara-negara perlu menjaga pasokan peralatan medis dan petugas kesehatan yang memadai.

"Kami memperkirakan akan ada gelombang infeksi di masa depan, berpotensi pada titik waktu yang berbeda di seluruh dunia yang disebabkan oleh subvarian Omicron yang berbeda atau bahkan varian yang berbeda," kata Maria Van Kerkhove, ahli epidemiologi senior WHO.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved