Mengapa Alergi Bisa Terjadi? Kenali 5 Faktor Pemicunya
Tidak semua orang mengalami alergi, ternyata ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terhadap alergi, berikut penjelasannya.
Sebagian besar kasus alergi bersifat genetik atau diturunkan dalam keluarga.
Gen alergi bisa diturunkan kepada anak/ keturunan sehingga dapat muncul kondisi yang sama.
Setiap alergi bersifat unik, sehingga mungkin ada faktor lain dalam genetik yang mempengaruhi.
2. Terlalu Jarang Terpapar Alergen Sejak Dini
Gaya hidup yang terlalu bersih justru bisa meningkatkan risiko alergi.
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang sangat steril cenderung lebih sering mengalami alergi.
Hal ini karena sistem imun mereka tidak memiliki kesempatan untuk belajar membedakan mana zat asing yang berbahaya dan mana yang tidak.
Paparan alergen yang wajar sejak kecil justru dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Baca juga: 10 Kombinasi Makanan yang Mengganggu Pencernaan, Meski Terlihat Sehat
3. Pola Makan yang Terlalu Dibatasi dan Tidak Bervariasi
Pembatasan makanan tertentu sejak dini tanpa alasan medis bisa membuat sistem imun tidak mengenali protein dari makanan tersebut sebagai zat yang aman.
Akibatnya, saat makanan tersebut dikonsumsi di kemudian hari, tubuh dapat merespons secara berlebihan.
Makanan seperti kacang, telur, atau ikan sebaiknya dikenalkan secara bertahap dan sesuai usia agar tubuh anak belajar menerima berbagai jenis protein.
4. Tinggal di Lingkungan Rumah yang Terlalu Lembab atau Kering
Kondisi udara dalam rumah memainkan peran penting terhadap risiko alergi, khususnya pada sistem pernapasan.
Udara lembab bisa memicu pertumbuhan jamur dan tungau debu, yang keduanya merupakan alergen umum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-efek-alergi-debu.jpg)