Lembaga Riset Australia Bandingkan Efektivitas Tembakau Alternatif dan Terapi Pengganti Nikotin
UNSW Sydney melakukan studi yang membandingkan efektivitas penggunaan produk tembakau alternatif dengan terapi pengganti nikotin.
“Hal ini mengindikasikan bahwa efektivitas produk tembakau alternatif bukan hanya asumsi, tetapi telah dibuktikan melalui metode penelitian yang ketat,” ungkapnya.
Paido menilai, dengan tingkat prevalensi merokok yang mencapai lebih dari 28 persen populasi dewasa (Riskesdas 2023), Indonesia perlu mengambil langkah yang lebih pragmatis dalam kebijakan pengendalian tembakau.
Menurutnya, strategi harm reduction atau pengurangan risiko harus diintegrasikan ke dalam program nasional, bukan semata mengandalkan larangan dan edukasi.
"Banyak negara seperti Inggris, Selandia Baru, dan Jepang telah membuktikan bahwa adopsi produk tembakau alternatif dapat menurunkan konsumsi rokok konvensional secara signifikan,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-rokok-elektrik-f102.jpg)