Peluang Sembuh Kanker Nasofaring, Asal Cepat Terdeteksi
Kanker nasofaring memiliki tingkat kesembuhan lebih tinggi bila ditangani pada stadium awal.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Diagnosis kanker nasofaring sering kali datang terlambat, ketika pasien sudah memasuki stadium lanjut.
Meski demikian, peluang sembuh tetap ada, terutama jika kanker terdeteksi sejak dini.
Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi dan Onkologi Medik, dr. Wahyu Djatmiko Sp.PD
Kanker nasofaring memiliki tingkat kesembuhan lebih tinggi bila ditangani pada stadium awal.
Pasien bisa mendapatkan pengobatan radioterapi atau kemoterapi dengan hasil yang lebih baik.
“Semakin dini kasus ditemukan dan semakin cepat mereka melakukan intervensi pengobatan. Itu hasilnya akan jauh lebih baik. Tapi kalau sudah stadium 4, jujur sulit,” ungkap dr. Wahyu Djatniko pada kanal YouTube Tribun Health, Minggu (14/9/2025).
Baca juga: Mengenal Kanker Nasofaring, Dokter Spesialis Jelaskan Pilihan Pengobatan hingga Harapan Kesembuhan
Pilihan Terapi yang Tersedia
Beberapa metode pengobatan kanker nasofaring yang tersedia di Indonesia antara lain Radioterapi: menjadi terapi utama, terutama pada stadium awal; Kemoterapi: diberikan dalam bentuk obat untuk membunuh sel kanker.
Kombinasi radioterapi dan kemoterapi: digunakan pada stadium lanjut dan terapi target dan imunoterapi: metode baru yang mulai diterapkan di beberapa rumah sakit besar.
Tantangan Pengobatan di Daerah
Tidak semua rumah sakit di Indonesia memiliki fasilitas lengkap untuk penanganan kanker.
Rumah sakit tipe C atau D biasanya hanya bisa mendeteksi awal, lalu merujuk ke rumah sakit rujukan yang memiliki dokter onkologi.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pasien di daerah.
Perjalanan jauh dan biaya tambahan sering membuat pasien menunda pengobatan.
Padahal, semakin lama ditunda, kanker semakin berkembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-kanker-nosfaring.jpg)