Selasa, 19 Mei 2026

Jangan Asal Minum Suplemen, Ini Kebutuhan Harian Vitamin yang Dianjurkan 

Penggunaan suplemen tidak boleh sembarangan. Kelebihan dosis justru bisa menimbulkan masalah bagi tubuh.

Tayang:
Shutterstock
Ilustrasi Mengonsumsi Suplemen Kesehatan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Belakangan ini, konsumsi suplemen vitamin dan mineral semakin populer di kalangan masyarakat. 

Dari vitamin D, kalsium, hingga vitamin C, banyak orang rutin mengonsumsi tablet atau minuman berlabel “suplemen harian”.

Baca juga: Manfaat Vitamin D bagi Kesehatan Tulang, Berikut Asupan Kebutuhan Per Hari

Dengan keyakinan, bisa menjaga kesehatan tulang maupun daya tahan tubuh.

Namun, menurut dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. Andra Hendriarto, Sp.OT (K), penggunaan suplemen tidak boleh sembarangan. Kelebihan dosis justru bisa menimbulkan masalah bagi tubuh.

“Vitamin D butuhnya itu sebenernya orang hanya rekomendasinya hanya 600 miligram sehari. Jadi boleh menurunkan 5 ribu gimana dong? Kebanyakan, kecuali memang 9 ribu bisa dilihat defisiensi vitamin D. Boleh menurunkan 5 ribu. Tapi sebenernya 600 ribu aja cukup,” jelas dr. Andra pada media gathering, Kamis (18/9/2025). 


Rekomendasi Vitamin dan Mineral untuk Tubuh

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan sejumlah lembaga kesehatan dunia telah menetapkan angka kebutuhan gizi harian (AKG) untuk berbagai kelompok usia. 

Dr. Andra menegaskan, kebutuhan setiap orang berbeda, khususnya bagi mereka yang sudah berusia di atas 50 tahun.

SUMBER VITAMIN C - Gambar dibuat di Canva pada Jumat (11/7/2025). Tak hanya ada pada buah jeruk, vitamin C juga banyak terkandung di dalam beragam makanan sehat lainnya. Berikut daftar 10 sumber vitamin C, selain buah jeruk.
SUMBER VITAMIN C - Gambar dibuat di Canva pada Jumat (11/7/2025). Tak hanya ada pada buah jeruk, vitamin C juga banyak terkandung di dalam beragam makanan sehat lainnya. Berikut daftar 10 sumber vitamin C, selain buah jeruk. (Canva/Tribunnews.com)

Untuk vitamin D, kebutuhan harian orang dewasa sekitar 600 IU, dan meningkat menjadi 800 IU bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun. 

Sementara untuk kalsium, rekomendasi yang berlaku adalah 1.000 miligram per hari untuk dewasa muda dan 1.200 miligram bagi usia di atas 50 tahun.

Baca juga: 10 Sumber Vitamin C Selain Jeruk: Ada Stroberi, Brokoli, hingga Paprika

Vitamin C juga sering disalahpahami. Banyak masyarakat mengira kebutuhan harian bisa mencapai 500 hingga 1.000 miligram. 

Padahal, kata dr. Andra, angka kebutuhan sebenarnya jauh lebih kecil.

“Rekomendasi vitamin C itu untuk perempuan sehari 75 miligram. Untuk laki-laki 90 miligram,” tegasnya.

 

Bahaya Minuman Vitamin dalam Kemasan

Fenomena lain yang sering ditemui adalah kebiasaan masyarakat mengonsumsi minuman vitamin C dalam kemasan. 

Banyak yang percaya kandungan vitamin C 1.000 miligram dalam sekali saji bermanfaat untuk imunitas. Faktanya, angka itu justru berlebihan.

Vitamin C berbentuk asam, sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih, bisa menimbulkan keluhan pada lambung. 

Efek samping lain yang mungkin muncul adalah diare hingga gangguan ginjal dalam jangka panjang.


Sumber Alami Lebih Baik

Sumber makanan yang mengandung banyak vitamin C.
Sumber makanan yang mengandung banyak vitamin C. (Dok/Kompas.com)

Menurut dr. Andra, masyarakat tidak harus selalu bergantung pada suplemen

Vitamin D bisa diperoleh dari paparan sinar matahari pagi, kalsium dari susu dan produk olahannya, serta vitamin C dari berbagai buah dan sayuran segar.

“Vitamin D, kalsium itu kita bisa dapet dari karikanan. Kita bisa dapet dari susu. Jadi gak selalu harus minum susu promen,” ujarnya.

Selain itu, pola konsumsi susu juga perlu diperhatikan sesuai kondisi tubuh. 

Jika berat badan sudah berlebih, sebaiknya memilih susu rendah lemak agar tidak menambah risiko obesitas. 

Sementara mereka yang berat badannya masih kurang justru bisa terbantu dengan konsumsi susu berprotein tinggi.

 

Bijak Mengonsumsi Suplemen

Masyarakat disarankan tidak hanya mengikuti tren suplemen tanpa memahami kebutuhan tubuh. 

Konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah terbaik untuk menentukan dosis yang tepat.

Pasalnya, setiap individu memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, termasuk faktor usia, berat badan, riwayat penyakit, dan gaya hidup sehari-hari. 

Suplemen seharusnya berfungsi sebagai pelengkap gizi, bukan pengganti pola makan sehat.

Dengan konsumsi suplemen yang bijak, tubuh tidak hanya lebih sehat, tetapi juga terhindar dari risiko kesehatan akibat overdosis vitamin maupun mineral.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved