Senin, 13 April 2026

Penelitian Terbaru :Sarapan Bukan Asal Kenyang Tapi Menjaga Kesehatan Jantung

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan  sarapan berkaitan erat dengan kesehatan jantung.  Bukan asal kenyang tapi pilih yang tepat ya.

Freepik
SARAPAN DAN KESEHATAN JANTUNG - Ilustrasi sarapan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan  sarapan berkaitan erat dengan kesehatan jantung.  Bukan asal kenyang tapi pilih yang tepat ya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM – Sarapan sering dianggap hanya sekadar mengisi perut sebelum beraktivitas. 

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan  sarapan memiliki kaitan erat dengan kesehatan jantung. 

Baca juga: Asupan Protein dalam Menu Sarapan, Pendekatan Sehat Menurunkan Berat Badan

Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, dr Makhyan Jibril A MSc MBiomed SpJP, menegaskan bahwa pola sarapan yang tepat bisa menjadi investasi kesehatan jantung sejak dini.

“Banyak orang yang mungkin menganggap sarapan itu hanya soal ngisi perut supaya kuat beraktivitas kayak gitu. Padahal ini berkaitan juga ternyata dengan kesehatan jantung kita,” jelas dr Makhyan Jibril, Selasa (30/9/2025). 


Penelitian Terbaru: Sarapan dan Risiko Kardiovaskular

Sebuah publikasi terbaru dari Nutrition Research Journal pada September 2025 mengumpulkan data dari 60 meta-analisis di seluruh dunia. 

Hasilnya cukup mengejutkan, tidak sarapan sama sekali ternyata bisa merugikan metabolisme.

Sedangkan sarapan berlebihan dengan makanan tinggi kalori atau olahan juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Ahli Gizi: Kekurangan Omega-3 Tingkatkan Risiko Gangguan Kardiovaskular Seperti Jantung

Dalam riset itu dijelaskan, komposisi sarapan sangat mempengaruhi kerja hormon yang berhubungan dengan metabolisme tubuh. 

Hormon-hormon ini pada akhirnya menentukan seberapa besar risiko seseorang terkena gangguan jantung dan pembuluh darah.

Dengan kata lain, sarapan bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi penting dalam menjaga keseimbangan energi sekaligus melindungi kesehatan jantung.

Lebih lanjut dr Makhyan menekankan bahwa yang terpenting bukanlah seberapa banyak sarapan, melainkan seberapa tepat komposisinya. 

Sarapan yang sehat sebaiknya memenuhi kebutuhan kalori tubuh tanpa berlebihan.

“Prinsip menjaga kesehatan jantung ini kan mengkonsumsi sesuai dengan kebutuhannya, artinya kalori kita itu cukup, tidak berlebihan atau tidak menambahkan hal-hal yang mungkin tidak terlalu penting,” ujarnya.

Ia menyarankan kombinasi makanan yang kaya protein, serat, dan rendah lemak jenuh sebagai pilihan ideal. 

Protein bisa didapatkan dari telur rebus, kacang-kacangan, atau yogurt. 

Kandungan ini membantu tubuh merasa kenyang lebih lama sehingga mencegah keinginan makan berlebih di siang atau malam hari.

Sementara itu, serat dari buah-buahan dan oatmeal penting untuk memperlambat penyerapan gula, sehingga kadar gula darah tetap stabil.

Bahaya Sarapan Tinggi Gula

Kebiasaan umum yang masih sering dilakukan adalah mengonsumsi makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana saat sarapan

Misalnya, roti putih dengan selai manis atau minuman bergula tinggi.

Kebiasaan ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah di pagi hari, lalu turun drastis beberapa jam kemudian. 

Akibatnya, tubuh menjadi mudah mengantuk, lemas, dan cepat lapar. 

Kondisi ini justru memicu seseorang untuk makan berlebihan di siang dan malam hari.

“Kadang-kadang yang sering terjadi itu adalah orang sarapan pagi itu sudah terlalu banyak karbohidrat, terlalu banyak gula, akhirnya siang dan malam laper, terus makannya tambah lebih banyak lagi. Dan itulah yang justru berbahaya,” ungkap dr Makhyan.

Jika dibiarkan berlarut-larut, pola ini berisiko menambah faktor gaya hidup tidak sehat yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sarapan sebaiknya dipandang sebagai momen untuk merawat tubuh, bukan sekadar rutinitas terburu-buru. 

Dengan memilih menu yang tepat, tubuh bukan hanya siap beraktivitas, tetapi juga lebih terlindungi dari penyakit jangka panjang.

Mindful eating, atau makan dengan penuh kesadaran bisa menjadi pendekatan sederhana. 

Mulai dari menyiapkan makanan bernutrisi, menikmati setiap suapan, hingga mengenali sinyal kenyang tubuh. 

Dengan begitu, sarapan benar-benar menjadi bagian dari gaya hidup sehat, bukan sekadar kebiasaan mengisi perut.

Menyadari bahwa jantung bekerja sepanjang waktu tanpa henti, memberi asupan nutrisi yang tepat setiap pagi adalah bentuk penghargaan pada tubuh.

Sarapan yang sehat dapat menjadi benteng pertama melawan obesitas, diabetes, hingga hipertensi tiga faktor risiko utama penyakit jantung.

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved