Rabu, 20 Mei 2026

Pengobatan Berbasis Genetik, Harapan Baru Penderita Kanker Paru, Ini Penjelasan Pulmonolog

Pendekatan ini dikenal sebagai pengobatan yang dipersonalisasi, karena menyesuaikan terapi dengan kondisi unik setiap individu.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
Tribunnews.com
KANKER PARU - Narasumber seminar Lung Cancer 360 Workshop & Symposium 2025 yang digagas Siloam Hospitals Lippo Village di Tangerang Banten belum lama ini. Dalam pertemuan itu, dokter dan ahli dari dalam maupun luar negeri sepakat bahwa deteksi dini dan pengobatan berbasis bukti klinis merupakan kunci utama untuk meningkatkan angka kesembuhan pasien kanker paru di Indonesia. 

Selain simposium, Lung Cancer 360 juga menghadirkan workshop interaktif dengan sesi praktik langsung (hands-on practice) dan demonstrasi teknik klinis mutakhir, seperti endobronchial Ultrasound (EBUS) untuk pemeriksaan massa paru, bronchoscopy Cryotherapy & Argon Plasma Coagulation untuk terapi jaringan tumor dan pigtail Catheter Insertion dan Core Biopsy untuk pengambilan sampel jaringan secara presisi.

“Kegiatan ini membantu tenaga medis memperdalam keterampilan sekaligus memahami penerapan teknologi terbaru dalam penanganan pasien kanker paru,” kata Erick.

Kehadiran para pakar dari berbagai bidang, kata dia diharapkan dapat memperkuat ekosistem onkologi paru di Indonesia, menciptakan sistem yang berkelanjutan dan terintegrasi.

“Melalui sinergi antara rumah sakit, universitas, dan lembaga penelitian, kita ingin memperluas akses terapi yang lebih efektif dan terjangkau bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan semakin banyak dokter Indonesia yang menguasai teknologi dan terapi terkini, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pusat inovasi medis di Asia Tenggara.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved