Pengobatan Berbasis Genetik, Harapan Baru Penderita Kanker Paru, Ini Penjelasan Pulmonolog
Pendekatan ini dikenal sebagai pengobatan yang dipersonalisasi, karena menyesuaikan terapi dengan kondisi unik setiap individu.
Selain simposium, Lung Cancer 360 juga menghadirkan workshop interaktif dengan sesi praktik langsung (hands-on practice) dan demonstrasi teknik klinis mutakhir, seperti endobronchial Ultrasound (EBUS) untuk pemeriksaan massa paru, bronchoscopy Cryotherapy & Argon Plasma Coagulation untuk terapi jaringan tumor dan pigtail Catheter Insertion dan Core Biopsy untuk pengambilan sampel jaringan secara presisi.
“Kegiatan ini membantu tenaga medis memperdalam keterampilan sekaligus memahami penerapan teknologi terbaru dalam penanganan pasien kanker paru,” kata Erick.
Kehadiran para pakar dari berbagai bidang, kata dia diharapkan dapat memperkuat ekosistem onkologi paru di Indonesia, menciptakan sistem yang berkelanjutan dan terintegrasi.
“Melalui sinergi antara rumah sakit, universitas, dan lembaga penelitian, kita ingin memperluas akses terapi yang lebih efektif dan terjangkau bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan semakin banyak dokter Indonesia yang menguasai teknologi dan terapi terkini, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pusat inovasi medis di Asia Tenggara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kanker-paru-1-17102025.jpg)