Senin, 8 Juni 2026

Saat Menkes Merasa Iri karena Lansia Sepertinya Jarang Diperhatikan Kesehatannya

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengaku iri sebagai lansia tidak diperhatikan. Meski populasi yang makin banyak, tapi jarang menjadi fokus perhatian.

Tayang:
Tribunnews.com/Jeprima
MENKES BUDI IRI - Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat berbincang dengan Tribun Network di kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (18/11/2024). Menkes Budi Gunadi Sadikin mengaku iri sebagai lansia tidak diperhatikan. Meski populasi yang makin banyak, tapi jarang menjadi fokus perhatian. 

“Kita sibuk dengan rumah sakit, sibuk dengan dokter spesialis, sibuk dengan alat kesehatan. Kita lupa ada 250 juta rakyat yang harusnya juga diurus jangan sakit-sakit,” jelasnya.

Upaya menjaga masyarakat tetap sehat, kata Budi, membutuhkan pendekatan baru, fokus pada gaya hidup, deteksi dini, dan perubahan budaya kesehatan.

Trik Agar Umur Panjang

kunci memperpanjang usia sehat masyarakat Indonesia bukan pada perawatan rumah sakit, melainkan perubahan gaya hidup yang konsisten.

Budi mengungkapkan bahwa data cek kesehatan nasional menunjukkan masalah terbesar masyarakat dewasa saat ini adalah kurangnya aktivitas fisik. 

Baca juga: Program MBG untuk Lansia dan Disabilitas Perlu Sistem Pengamanan Ketat, Ini Catatan Ahli

Banyak orang menjalani hidup tanpa olahraga teratur, padahal risikonya sangat besar.

Ilustrasi para lansia yang masih sehat di hari tuanya.
Ilustrasi para lansia yang masih sehat di hari tuanya. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

“Masalah paling besarnya apa? Kurang aktivitas. WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) bilang standarnya adalah 30 menit per hari, 5 hari seminggu,” tegas Budi dalam Forum Nasional Transformasi Hidup Sehat di Kementerian Kesehatan Jakarta, Selasa (25/11/2025). 

Ia menyebut aktivitas sederhana seperti berjalan cepat atau jogging sudah cukup untuk menjaga kesehatan jantung, organ yang paling sering mengalami kerusakan dan menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Budi mendorong agar olahraga dijadikan gaya hidup kekinian, bukan sekadar rutinitas medis.

“Buat olahraga itu keren. Kalau gak olahraga, FOMO,” ujarnya sambil mencontohkan bagaimana lari kini mulai menjadi gaya hidup baru jutaan orang.

Sebagai informasi, FOMO adalah singkatan dari fear of missing Out, yang dalam bahasa Indonesia berarti "rasa takut ketinggalan". 

Ia menyebut pengalamannya menjaga kebugaran menjadi bukti bahwa perubahan gaya hidup bisa memberikan dampak signifikan.

Selain olahraga, Budi juga menekankan pentingnya menjaga pola makan dan tidur. 

Ketiganya, menurutnya, menjadi fondasi utama agar masyarakat bisa mencapai usia biologis yang lebih muda dari usia kronologis.

Ia mencontohkan bagaimana dirinya menjaga berat badan, membatasi makanan manis, serta mengikuti pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memantau tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.

“Yang penting darah tinggi, gula darah sama kolesterol. Ini saja ketiga diukur, Insyaallah kalau 3 ini dijaga, kita hidup panjang,” jelasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved