Minggu, 12 April 2026

Napas Anak Sering 'Grok-grok' Saat Flu? Begini Teknik Cuci Hidung yang Benar dan Aman

Hidung tersumbat, ingus tak berhenti keluar, hingga napas grok-grok kerap membuat orangtua khawatir.  Ini cara cuci hidung yang benar dan aman.

|
net
anak pilek ok 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Anak gampang terserang influenza saat perubahan cuaca.
  • Hidung tersumbat membuat anak tak nyaman. 
  • Cuci hidung salah satu langkah sederhana yang justru paling efektif.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perubahan cuaca dan kualitas udara yang semakin tidak menentu membuat banyak anak lebih mudah terserang influenza

Hidung tersumbat, ingus tak berhenti keluar, hingga napas grok-grok kerap membuat orangtua khawatir. 

Baca juga: Ajari Anak Cuci Hidung dan Berkumur agar Terhindar dari Penyakit 

Di tengah berbagai pilihan obat dan metode perawatan, salah satu langkah sederhana yang justru paling efektif adalah cuci hidung, meski masih banyak yang belum memahami teknik dan frekuensi yang tepat.

Dokter spesialis Anak dari Eka Hospital Depok, dr. Nadine Shakina Tabit, Sp.A, menjelaskan bahwa cuci hidung aman dilakukan mulai dari bayi hingga dewasa. 

Bahkan, prosesnya tidak jauh berbeda. 

“Saat udara seperti ini tu tuh sebaiknya berapa kali sih dalam satu minggu atau dalam satu bulan kita harus cuci hidung. Cuci hidung ya,” ujar dr. Nadine pada media briefing di Jakarta, Rabu (26/11/2025). 


Teknik Cuci Hidung Anak dan Dewasa Sama, Hanya Berbeda di Posisi Tubuh

Menurut dr. Nadine, esensi dari cuci hidung adalah memasukkan cairan saline atau NaCl ke dalam rongga hidung. 

Pada orang dewasa, proses ini relatif mudah. 

Baca juga: Ramai Isu Virus Influenza D, Benarkah Bisa Jadi Wabah? Ini Kata Pakar 

Namun pada anak, dibutuhkan penyesuaian kecil dalam memegang dan memposisikan tubuh agar mereka tidak terkejut.

Kini, berbagai tutorial di media sosial memudahkan orang tua mempelajari cara menggendong, memiringkan, atau mendudukkan anak. 

Namun prinsip dasarnya tetap sama: cairan dimasukkan ke dalam hidung melalui salah satu lubang.

Untuk mengurangi risiko anak tersentak ketika cairan masuk, dr. Nadine memberikan tips sederhana. 

“Misalkan hidung kanan, arahkan sedikit ke liang, ke telinganya. Miringkan dikit. Jadi supaya air tuh kebentur dulu, baru dia ke atas lagi,” terangnya.

Memiringkan kepala anak juga membantu cairan mengalir lebih nyaman ke sisi yang dituju. 

Langkah kecil ini membuat proses cuci hidung terasa lebih lembut dan tidak mengejutkan anak.


Sehari Dua Kali Cukup, Tapi Bisa Lebih Sering Saat Flu Parah

hidung tersumbat pada bayi
hidung tersumbat pada bayi (edukasi.kompas.com)

Frekuensi cuci hidung sering menjadi pertanyaan utama orang tua, terutama ketika anak sedang pilek berat. 

Lebih lanjut dr. Nadine menjelaskan bahwa secara teori, dokter THT biasanya menganjurkan cuci hidung dua kali sehari, bahkan bagi orang sehat.

Namun dokter anak mengizinkan frekuensi yang lebih sering, terutama pada bayi atau anak yang napasnya grok-grok karena lendir menumpuk. 

“Nah walaupun kalo dokter anak sendiri sebenernya per 4 jam aja boleh,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa cuci hidung bisa menjadi solusi yang jauh lebih efisien dibandingkan penggunaan uap atau obat yang kadang tidak memberikan perbaikan signifikan. 

Kondisinya sangat fleksibel, kapan pun anak tampak tidak nyaman, cuci hidung aman dilakukan.

Meski begitu, ia tetap mengingatkan bahwa praktik di lapangan sering kali menyesuaikan mood anak. 

Jika anak rewel, frekuensi empat jam sekali bisa sulit dilakukan. Sehari dua kali pun sudah cukup membantu.


Kalau Cairan Tidak Keluar dari Lubang Hidung Satunya, Apakah Berbahaya?

Idealnya, cairan yang masuk dari satu lubang hidung akan keluar dari sisi lainnya. Namun kondisi tidak selalu ideal, terutama ketika anak sedang rewel atau rongga hidung memiliki sedikit hambatan.

Dr. Nadine menegaskan bahwa cairan yang tidak keluar bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan. 

Cairan tersebut biasanya mengalir ke belakang dan tertelan, dan hal ini aman. 

“Kan namanya cairan NaCl yang kita masukin,” ujarnya.

Dengan demikian, orang tua tidak perlu panik jika prosesnya tidak berjalan “sempurna”. Yang terpenting adalah membantu hidung tetap lembap dan bersih.


Gunakan NaCl Fisiologis, Atur Dosis Semprotan Sesuai Kondisi

Cairan cuci hidung harus menggunakan NaCl fisiologis, bukan cairan lain. 

Ketika ditanya mengenai dosis atau jumlah semprotan yang ideal, dr. Nadine menekankan bahwa itu bergantung pada kondisi anak.

Pada hari pertama pilek, lendir biasanya sangat banyak, sehingga dua kali semprotan mungkin tidak cukup. 

Namun mendekati masa pemulihan, satu kali semprotan bisa langsung membuat hidung terasa lebih lega. 

“Di hari pertama pilek, lagi ngocor-ngocornya cuman 2 kali spray nggak membantu. Tapi kalo udah berdekat sembuh 1 kali aja udah keliatan tuh,” jelasnya.

Orang tua bisa memperhatikan warna dan kejernihan cairan yang keluar untuk menilai apakah cuci hidung sudah cukup.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved