Minggu, 26 April 2026

Anak Demam Tinggi Lebih Lama? Awas! Itu Tanda Influenza yang Dampaknya Bisa ke Otak

Banyak yang mengira gejala influenza sama dengan flu atau selesma biasa, padahal keduanya memiliki tingkat keparahan yang berbeda.

Freepik
ilustrasi anak demam. Demam bisa jadi salah satu gejala flu. Namun, banyak yang mengira gejala influenza sama dengan flu atau selesma biasa, padahal keduanya memiliki tingkat keparahan yang berbeda. 

Ringkasan Berita:
  • Influenza kembali meningkat menyerang kelompok anak di berbagai daerah.
  • Ini bukan flu atau selesm biasa. 
  • Dokter peringatkan risiko berbahaya influenza

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Influenza kembali meningkat menyerang kelompok anak di berbagai daerah. 

Namun banyak orangtua masih mengira gejala influenza sama dengan flu atau selesma biasa, padahal keduanya memiliki tingkat keparahan yang berbeda.

Baca juga: Sebentar Lagi Liburan, Jaga Kesehatan! Ini Tips Hindari Flu, Dehidrasi,Gawat Darurat di Perjalanan

Spesialis Anak Eka Hospital Depok, dr Nadine Shakina Tabit, Sp.A, menegaskan bahwa influenza adalah infeksi pernapasan yang memiliki risiko komplikasi lebih berat dibandingkan flu biasa.

“Influenza itu apa sih? Memang berbeda dengan flu yang biasa. Kalau flu yang biasa garis besarnya adalah gejala, sedangkan influenza lebih berat karena dia itu lebih bisa menyerang ke otak, lebih bisa menyerang ke paru, dan juga sampai ke jantung,” jelas dr Nadine dalam diskusi media di Jakarta Selatan, Rabu (26/11/2025). 


Lebih Berat dari Common Cold

Menurut dr Nadine, influenza termasuk virus yang dapat memicu gejala lebih ekstrem. 

Demam tinggi, nyeri sendi hebat, tubuh terasa sangat lemas, hingga gejala yang cenderung menetap tanpa respons cepat terhadap obat penurun panas adalah beberapa tanda yang sering ditemui di lapangan.

Ia menyebutkan bahwa anak-anak lebih rentan mengalami gejala berat seperti otitis media akut, pneumonia, dehidrasi, hingga gangguan sinus.

Di sisi lain, orang tua sering mengira gejala tersebut hanya flu musiman, sehingga keterlambatan pemeriksaan kerap terjadi.

Bagi dr Nadine, edukasi publik sangat penting untuk mencegah mis-diagnosis maupun keterlambatan penanganan.

Virus yang Terus Bermutasi

Influenza menjadi perhatian karena termasuk satu-satunya penyebab infeksi saluran napas yang memiliki vaksin khusus. 

Hal ini menunjukkan bahwa influenza dapat menimbulkan dampak kesehatan signifikan dan membutuhkan langkah pencegahan khusus.

“Coba kita pikir, di antara semua penyebab common cold atau infeksi saluran napas, hanya dia satu-satunya yang ada vaksinnya. Kenapa sampai diciptakan seperti itu? Ya sama seperti COVID-19, karena dia yang gejalanya paling berat sampai ada vaksinnya,” tegasnya.

Karena sifatnya yang mudah bermutasi, vaksin influenza perlu diperbarui setiap tahun. 

Virus influenza juga tercatat pernah bermutasi membentuk berbagai varian besar seperti flu Spanyol dan flu Asia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved