Kamis, 30 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Menko Zulkifli Hasan: Ahli Gizi MBG Bisa dari Lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat

Konsumsi UPF jangka panjang bisa meningkatkan risiko berbagai problem kesehatan, karena disarankan untuk membatasi dan mengganti dengan makanan segar.

Tayang:
Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
AHLI GIZI DI MBG - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang juga Ketua Tim Koordinasi Penyelenggaraan MBG, bersama Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Rabu (3/12/2025). Ia menyampaikan bahwa ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat pula diisi oleh lulusan kesehatan masyarakat. 

UPF merupakan makanan Ultra-Olah yang telah melalui proses industri panjang dan mengandung banyak bahan tambahan sintetik, seperti pewarna, perasa, dan pengemulsi, serta memiliki kandungan gula, garam, dan lemak tidak sehat yang tinggi. 

Konsumsi UPF dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, sehingga disarankan untuk membatasi dan menggantinya dengan makanan segar atau real food. 

Oleh karena itu, itulah alasan kenapa SPPG biasanya hanya menampilkan hitung-hitungan kalorinya, pada menu-menu MBG.

"Kemudian apalagi bicara tentang UPF. Jadi kenapa Anda lihat itu yang seringkali ditayangkan oleh SPPG itu biasanya cuman hitung-hitungan kalori. Kalorinya cukup tapi kualitasnya?" ucapnya.

Baca juga: Menko Zulkifli Hasan Kenang Dihujat Usai Sebut Udang Terpapar Cs-137 Aman Dikonsumsi: Itu Refleks

Atas hal tersebut, Dokter Tan pun meminta pemerintah untuk menghentikan penggunaan UPF dalam program MBG.

Dia pun mewanti-wanti agar hal ini jangan sampai menjadi sorotan internasional, meskipun sekarang ini media asing sudah menyoroti terkait kasus keracunan MBG yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

"Hentikan distribusi makanan kering yang mengacu pada produk industri sebagai UPF. Ya, jangan sampai ini diliput dan sudah sebetulnya, tapi yang diliput baru tentang keracunan ya di media ABC (Australian Broadcasting Corporation) dari Australia dan Reuters (Inggris), itu media asing sudah menyorot nih, malu kita semua," katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved