Kamis, 11 Juni 2026

Kajian Ilmiah WHO: Vaksinasi Anak Tidak Menyebabkan Autisme

WHO menyatakan tidak ada hubungan sebab-akibat antara vaksin dan gangguan spektrum autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD).

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
Tribun Jatim/Purwanto
VAKSINASI - Sejumlah remaja saat dilakukan Vaksin HPV (Human Papillomavirus) di Ballroom Polresta Malang Kota, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025). WHO menegaskan tidak ada hubungan sebab-akibat antara vaksin dan gangguan spektrum autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD). 

Penilaian ini mencakup studi-studi yang dilakukan sejak 1999 hingga Maret 2023.

Komite juga menelaah studi Kohort berskala besar yang menganalisis data register nasional anak-anak yang lahir di Denmark antara tahun 1997 dan 2018. 

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa jumlah kecil aluminium yang digunakan dalam vaksin tidak berkaitan dengan terjadinya autisme.

Bukti berkualitas tinggi tersebut mendukung keberlanjutan penggunaan vaksin dengan adjuvan aluminium sebagai bagian dari strategi pencegahan penyakit menular.

Konsisten Sejak Dua Dekade

Berdasarkan hasil kajian tersebut, GACVS kembali menegaskan kesimpulan yang telah disampaikan sebelumnya pada tahun 2002, 2004, dan 2012. 

Seluruh kesimpulan itu menyatakan hal yang sama: vaksin, termasuk yang mengandung tiomersal dan/atau aluminium, tidak menyebabkan autisme.

"Setelah melakukan peninjauan, GACVS menegaskan kembali kesimpulan sebelumnya dari tahun 2002, 2004, dan 2012: vaksin. Termasuk yang mengandung tiomersal dan/atau aluminium, tidak menyebabkan autisme," tegas WHO dalam siaran persnya. 

WHO menekankan pentingnya otoritas kesehatan nasional untuk berpegang pada ilmu pengetahuan terkini dalam merumuskan kebijakan vaksinasi. 

Kebijakan berbasis bukti dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan publik dan melindungi kesehatan masyarakat.

Selama 50 tahun terakhir, imunisasi anak secara global telah menyelamatkan sedikitnya 154 juta jiwa. 

Capaian tersebut menempatkan vaksinasi sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif dalam sejarah, sekaligus menegaskan pentingnya melawan disinformasi yang tidak didukung bukti ilmiah.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved