Minggu, 19 April 2026

Kajian Ilmiah WHO: Vaksinasi Anak Tidak Menyebabkan Autisme

WHO menyatakan tidak ada hubungan sebab-akibat antara vaksin dan gangguan spektrum autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD).

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
Tribun Jatim/Purwanto
VAKSINASI - Sejumlah remaja saat dilakukan Vaksin HPV (Human Papillomavirus) di Ballroom Polresta Malang Kota, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025). WHO menegaskan tidak ada hubungan sebab-akibat antara vaksin dan gangguan spektrum autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD). 

Ringkasan Berita:
  • Vaksin  yang mengandung tiomersal dan/atau aluminium tidak menyebabkan autisme
  • WHO tegaskan tidak ada hubungan sebab-akibat antara vaksin dan gangguan spektrum autisme
  • Jumlah kecil aluminium yang digunakan dalam vaksin tidak berkaitan dengan terjadinya autisme


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Isu yang mengaitkan vaksin dengan autisme kembali mendapat penegasan ilmiah. 

Analisis terbaru dari kelompok ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak ada hubungan sebab-akibat antara vaksin dan gangguan spektrum autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD).

Kesimpulan tersebut disampaikan Komite Penasihat Global tentang Keamanan Vaksin (Global Advisory Committee on Vaccine Safety/GACVS), sebuah komite independen yang dibentuk WHO sejak 1999 untuk memberikan nasihat ilmiah berlandaskan bukti terkait keamanan vaksin secara global.

Dalam analisis yang dibahas pada 27 November 2025, GACVS meninjau bukti ilmiah terkini mengenai dugaan kaitan vaksin dengan autisme. 

Hasilnya konsisten dengan sikap WHO selama lebih dari dua dekade terakhir bahwa vaksinasi anak tidak menyebabkan autisme.

Baca juga: Mulai 2025, Pemberian Vaksin HPV pada Anak Sekolah Cukup Satu Dosis

"Berdasarkan bukti yang tersedia, tidak ada hubungan sebab-akibat antara vaksin dan gangguan spektrum autisme (ASD). Kesimpulan ini menegaskan kembali posisi WHO bahwa vaksinasi anak tidak menyebabkan autisme," tulis WHO pada website resmi, Minggu (14/12/2025). 

Analisis terbaru GACVS didasarkan pada 31 studi penelitian primer yang dipublikasikan dalam rentang waktu Januari 2010 hingga Agustus 2025. 

Penelitian tersebut mencakup data dari berbagai negara dan populasi.

Baca juga: Sebelum Mendapatkan Vaksin HPV, Anak Tidak Perlu Menjalani Pap Smear

Sehingga, penelitian memberikan gambaran yang luas dan representatif.

Fokus utama kajian mencakup dua isu yang kerap menjadi sumber keraguan publik, yakni vaksin yang mengandung tiomersal serta vaksin secara umum. 

Tiomersal atau timerosal adalah senyawa raksa yang digunakan sebagai pengawet dalam beberapa vaksin.

Dari seluruh bukti yang dianalisis, tidak ditemukan hubungan sebab-akibat antara vaksinasi dan ASD.

Temuan ini sekaligus memperkuat profil keamanan vaksin yang digunakan selama masa kanak-kanak maupun kehamilan, sebagaimana diterapkan dalam program imunisasi nasional di banyak negara.

Adjuvan Aluminium Dinilai Aman

Selain tiomersal, GACVS turut mengevaluasi potensi risiko kesehatan dari adjuvan aluminium yang digunakan dalam beberapa jenis vaksin.

Adjuvan adalah komponen vaksin yang berfungsi meningkatkan respons imun terhadap vaksin

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved