Rabu, 22 April 2026

Cacar Api Bisa Menyerang Saraf dan Mata, Dokter Jelaskan Bahaya Herpes Zoster

Vaksin diberi usai fase akut selesai dan pasien dianggap pulih secara klinis. Vaksin herpes zoster diberi dalam dua dosis sekaligus demi kesembuhannya

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
hallodoc
CACAR API - Herpes zoster atau cacar api adalah infeksi pada saraf dan kulit di sekitarnya 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Herpes zoster atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai cacar api bukan sekadar penyakit kulit biasa yang menimbulkan ruam dan nyeri. Jika terlambat ditangani, infeksi virus ini berpotensi menyebabkan komplikasi serius, mulai dari gangguan saraf, kebutaan permanen, hingga peradangan pada organ vital seperti otak dan paru-paru.

Baca juga: Cacar Air Bisa Kambuh Jadi Cacar Api, IDAI Minta Orang Tua Waspada

Kondisi ini terutama berisiko pada kelompok dengan daya tahan tubuh rendah, sehingga penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala awal herpes zoster dan segera mencari penanganan medis.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang, Banten, dr Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR menjelaskan bahwa herpes zoster merupakan reaktivasi virus varicella zoster yang menyerang saraf tertentu di tubuh dan dapat menimbulkan dampak berat bila mengenai area sensitif.

“Misalnya kalau terkena di daerah mata, bisa mengalami kebutaan kalau terlambat. Atau saraf juga bisa terkena, bisa terjadi Ramsay Hunt Syndrome (RHS). Dan yang lebih berbahaya lagi, ternyata bisa menyebabkan radang pada otak dan juga radang pada paru,” ujar dr Sandra kepada awak media di Tangerang, Senin (19/1/2026).

Herpes zoster muncul mengikuti jalur saraf tertentu yang disebut dermatom. Area yang terdampak dapat berbeda-beda, mulai dari dada, telinga, hingga wajah. Namun, komplikasi paling berbahaya terjadi saat infeksi menyerang saraf di sekitar mata.

Menurut dr Sandra, kondisi ini dikenal sebagai herpes zoster oftalmikus, yang berisiko menimbulkan gangguan penglihatan serius bila tidak segera ditangani.

“Jadi dia mengenai saraf di daerah mata. Nah yang bisa menyebabkan kebutaan itu kalau herpes zoster yang biasanya dimulai dari wajah mengenai mata dan terlambat diobati,” jelasnya.

Keterlambatan pengobatan dapat menyebabkan kerusakan pada kornea mata. Jika kerusakan sudah berat, gangguan penglihatan tersebut bersifat irreversibel atau tidak dapat diperbaiki, sehingga berujung pada kebutaan permanen.

Tidak semua komplikasi herpes zoster dapat pulih sepenuhnya. Pada kasus tertentu, dampak yang ditimbulkan bisa menetap seumur hidup, baik berupa kebutaan, nyeri saraf kronis, maupun bekas luka di kulit yang sulit hilang.

Baca juga: Tak Hanya Lansia, Kenali Siapa Kelompok Rentan Terinfeksi Cacar Api 

“Tergantung berat ringannya, bisa saja permanen. Jadi misalnya pada herpes yang terlambat ditangani bisa menyebabkan kebutaan yang permanen. Atau kadang-kadang bekas luka itu juga bisa permanen,” paparnya.

Selain mengganggu kesehatan fisik, kondisi ini juga dapat memengaruhi kualitas hidup dan kepercayaan diri pasien.

Terkait penyebab munculnya herpes zoster, dr Sandra menegaskan bahwa faktor cuaca bukan pemicu utama. Virus ini lebih mudah menyerang saat sistem kekebalan tubuh menurun.

Penurunan imunitas dapat terjadi akibat usia lanjut, kelelahan, stres berkepanjangan, maupun penyakit penyerta tertentu yang melemahkan daya tahan tubuh. Kelompok inilah yang perlu meningkatkan kewaspadaan karena risiko komplikasi herpes zoster menjadi lebih tinggi.

Bagi pasien yang pernah mengalami herpes zoster, vaksinasi tetap dianjurkan setelah kondisi benar-benar sembuh. Namun, rekomendasi waktu pemberian vaksin dapat bervariasi.

“Biasanya sesudah sembuh, ada berbagai pendapat dari berbagai organisasi. Ada yang antara 1 tahun itu sudah bisa divaksin. Tapi ada juga organisasi tertentu yang mengatakan 3 bulan itu sudah bisa divaksin,” kata dr Sandra.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved