Senin, 1 Juni 2026

GERD Disorot Usai Lula Lahfah Meninggal, Benarkah Bisa Picu Kematian dan Menyerang Organ Lain?

GERD merupakan kondisi meningkatnya asam lambung yang berulang dan dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama bila tidak ditangani secara baik.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
kolase/instagram/instagram Lula Lahfah
LULA LAHFAH MENINGGAL - Pihak kepolisian mengungkap kronologis meninggalnya influencer Lula Lahfah pacar Reza Arap yang idtemukan tak bernyawa di apartemen. 

Ringkasan Berita:
  • Sebelum meninggal, selebgram Lula Lahfah diketahui memiliki riwayat GERD 
  • GERD bukan sekadar maag biasa dan tidak bisa dipandang ringan
  • GERD tidak secara langsung meningkatkan risiko kematian. Namun, dampak lanjutan dari penyakit ini bisa sangat serius bila diabaikan

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kabar wafatnya selebgram Lula Lahfah pada Jumat malam, 23 Januari 2026, di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan, memicu duka sekaligus kekhawatiran publik.

Lula diketahui memiliki riwayat GERD (gastroesophageal reflux disease) atau asam lambung yang kerap kambuh dan sempat ia keluhkan sebelum meninggal dunia.

Di media sosial, pertanyaan serupa bermunculan, apakah GERD bisa menyebabkan kematian? dan sejauh apa dampaknya bagi tubuh?

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa GERD bukan sekadar maag biasa dan tidak bisa dipandang ringan.

GERD Bukan Maag Biasa, Dampaknya Bisa Serius Jika Diabaikan

Menurut Prof Ari, GERD merupakan kondisi meningkatnya asam lambung yang berulang dan dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama bila tidak ditangani secara baik dan teratur.

“Memang saat ini penyakit gerd makin hari makin meningkat di tengah masyarakat kita. Dan kita tahu bahwa memang penyakit GERD ini berbeda dengan sakit maag biasa," ungkap Prof Ari pada keterangannya, Senin (26/1/2026).

Baca juga: Dokter Kardiologi Dicemooh Usai Tegaskan GERD Tak Picu Serangan Jantung, Dokter Tirta Murka

Ia menjelaskan, asam lambung yang terus naik dapat secara langsung merusak kerongkongan atau esofagus. 

Dampaknya tidak hanya berupa luka ringan, tetapi juga perubahan jaringan yang berisiko jangka panjang.

“Bisa terjadi perlukaan, penyempitan, lesi lesi terbentuk, lesi lesi pra cancer, atau bahkan bisa terbentuk cancer di kemudian hari pada pasien yang mengalami GERD," imbuhnya. 

Karena itulah GERD sering disebut sebagai penyakit kronis yang memerlukan pemantauan berkelanjutan, bukan hanya diminum obat saat kambuh.

Bisakah GERD Menyebabkan Kematian? Ini Penjelasan Dokter

Di tengah kekhawatiran publik, Prof Ari menegaskan bahwa GERD tidak secara langsung meningkatkan risiko kematian. 

Namun, dampak lanjutan dari penyakit ini bisa sangat serius bila diabaikan.

“Tapi sekali lagi tentu tidak secara langsung meningkatkan risiko kematian,"imbuhnya. 

Ia menjelaskan bahwa komplikasi seperti kanker akibat GERD biasanya baru muncul pada usia lanjut.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved