Menelisik Tren Kasus Kanker di Indonesia, Dirut RSMR Ungkap Jenis Dominan dan Pemicunya
Selain memetakan tren, salah satu poin paling krusial yang ditegaskan adalah pelurusan mitos mengenai faktor genetika.
Terkait tren kanker yang terjadi di Indonesia, dr. Wahyu merinci profil kanker yang paling banyak menjangkiti masyarakat Indonesia saat ini.
Terdapat perbedaan preferensi organ yang diserang berdasarkan jenis kelamin:
Pada wanita, pola masih didominasi oleh kanker serviks (leher rahim) dan kanker payudara.
Sedangkan pada pria, Kasus tertinggi ditemukan pada kanker paru, nasofaring (tenggorokan bagian atas), dan kanker kolorektal (usus besar).
Mendefinisikan Ulang "Penyakit Keturunan"
Selain memetakan tren, salah satu poin paling krusial yang ditegaskan oleh dr. Wahyu terkait kanker adalah pelurusan mitos mengenai faktor genetika.
Masyarakat sering kali merasa "tervonis" jika memiliki riwayat keluarga kanker.
Secara prinsip medis, dr. Wahyu menjelaskan bahwa kanker bukanlah penyakit yang diturunkan secara langsung seperti warisan, melainkan akibat dari mutasi genetik.
"Kanker itu bukan karena keturunan, tetapi karena mutasi genetik dari sel yang berubah menjadi ganas, tumbuh abnormal, tidak teratur, dan mendestruksi sistem tubuh," tegasnya.
Memang benar bahwa risiko seseorang meningkat jika ada anggota keluarga yang menderita kanker, karena "dugaan mutasi genetik" inilah yang mungkin diturunkan.
Namun, mutasi itu sendiri bisa dipicu oleh berbagai sebab eksternal, bukan sekadar faktor biologis semata.
Dengan kata lain, memiliki riwayat keluarga adalah peringatan untuk lebih waspada, bukan sebuah kepastian medis.
Konsultasi Kanker Gratis
Bagi warga di kota Solo terutama yang ingin mengetahui lebih dalam terkait kanker, RSMR menghadirkan inisiatif nyata dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia.
RSMR menyelenggarakan Program Konsultasi Gratis Kanker yang akan berlangsung pada tanggal 3 hingga 5 Februari 2026.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DIRUT-RSMR-dr-Wahyu-Indianto-MH-selaku-Direktur-Utama-Rumah-Sakit-Mangesti-Rahayu.jpg)