Wabah Campak
Kasus Campak di Australia, Rute Perjalanan Pasien, Dari Bandung ke Jakarta Lalu Terdeteksi di Perth
Australia mengeluarkan peringatan campak pasca seorang penumpang penerbangan dari Jakarta ke Perth terkonfirmasi positif penyakit tersebut.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Otoritas kesehatan Australia Barat (Western Australia/WA) mengeluarkan peringatan campak pasca seorang penumpang penerbangan dari Jakarta ke Perth terkonfirmasi positif penyakit tersebut.
Otoritas setempat melakukan penelusuran paparan di sejumlah lokasi umum, termasuk bandara, restoran, dan tempat ibadah di Perth.
Baca juga: Indonesia Nomor 2 Dari 10 Negara dengan Jumlah KLB Campak Terbanyak di Dunia
Peringatan ini diperbarui pada 12 Februari 2026 dan dikeluarkan oleh Direktur Direktorat Pengendalian Penyakit Menular WA, Dr. Paul Armstrong.
Dalam peringatan yang dirilis di website resmi WA dilaporkan bahwa satu kasus campak terdeteksi pada penumpang penerbangan: Batik Air ID6080.
Rute Persinggahan Pasien sebelum Dinyatakan Campak di Australia
Sempat kemana saja pasien sebelum akhirnya terdeteksi tertulari campak?
Berikut rutenya.
Rute: Jakarta – Perth pada Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 18.55 – 00.40 setempat.
Penumpang tersebut tiba di Terminal 1 Bandara Perth pada Minggu dini hari (8 Februari 2026).
Baca juga: Penumpang Pesawat dari Jakarta Bawa Campak, Otoritas Australia Barat Keluarkan Peringatan
Otoritas kesehatan WA merilis sejumlah lokasi yang dikunjungi pasien saat dalam masa menular:
Pertama, Terminal 1 Bandara Perth pada 8 Februari 2026 pukul 00.40 – 01.30.
Kedua, Oikos Church pada 8 Februari 2026 pukul 11.30 – 14.15.
Ketiga, Chopsticks Viet pada 8 Februari 2026 pukul 17.30 – 19.00.
Masyarakat yang berada di lokasi tersebut pada tanggal dan waktu yang disebutkan diminta untuk memantau gejala selama 7 hingga 18 hari setelah kunjungan.