Minggu, 12 April 2026

Dari Marathoner ke Penyintas Stroke, Iwet Ramadhan Ingatkan Pentingnya Cek Tensi

Iwet kini berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung dan stroke di Indonesia.

|
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
Tribunnews.com/Eko Sutriyanto
Presenter Iwet Ramadhan saat acara Let’s Check the Beat, Kenali Aritmia dan Sadari Pentingnya Deteksi Aritmia Sejak Dini di Siloam Hospitals TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026). Iwet mengalami sakit kepala selama hampir empat minggu sebelum akhirnya didiagnosis mengalami stroke akibat perdarahan pada lapisan otak. 

“Itu pengingat buat saya, bahwa ada satu momen dalam hidup yang benar-benar mengubah segalanya,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut membuka matanya bahwa merasa bugar bukan berarti bebas dari risiko penyakit kardiovaskular.

Ia menekankan pentingnya medical check-up rutin, terutama pengecekan tekanan darah.

Mengacu pada data medis yang ia pelajari, sekitar 30 persen masyarakat Indonesia memiliki hipertensi, yang menjadi salah satu faktor risiko utama stroke.

Baca juga: Kasus Fibrilasi Atrium Melonjak, Deteksi Dini Bisa Selamatkan dari Stroke

Stroke Bisa Berulang, Waspadai Aritmia

Iwet sempat berpikir bahwa stroke hanya terjadi sekali.

Namun ia kemudian memahami bahwa stroke bisa berulang, terutama jika faktor pemicu tidak ditangani dengan baik.

Salah satu kondisi yang ia pelajari adalah aritmia, khususnya atrial fibrilasi (AFib), yaitu gangguan irama jantung yang tidak teratur dan dapat meningkatkan risiko stroke.

“Stroke itu bisa dipicu oleh irama jantung yang tidak teratur. Jadi bukan cuma soal tekanan darah,” jelasnya.

Sejak saat itu, ia disiplin menjaga pola hidup. Ia memastikan tidur maksimal pukul 22.00, rutin berolahraga, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, termasuk cek tekanan darah dan denyut nadi.

Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Merasa Kebal

Iwet juga memberi pesan tegas kepada generasi muda yang merasa masih kuat dan kebal penyakit.

“Jangan tunggu usia 40 tahun untuk cek tensi. Umur 20-an juga harus cek. Gaya hidup sekarang itu berat, kurang tidur, stres, konsumsi kopi berlebihan, rokok elektronik. Itu semua risiko,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa kurang tidur dan stres kronis dapat menjadi “silent killer” yang tidak disadari.

Kenali Diri, Cek Rutin, dan Akses Layanan Tepat

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved