Riset Princeton-SMRC: Puasa Medsos Bareng Keluarga Bikin Mental Jauh Lebih Sehat
Riset Princeton: Puasa medsos bareng keluarga terbukti bikin mental lebih sehat. Cek data lengkap dan tips detoks digital di sini!
Ringkasan Berita:
- Kabar Baik! Berhenti main medsos satu bulan terbukti ilmiah mendongkrak kebahagiaan dan kesehatan mental.
- Efek Ganda: Manfaat "puasa medsos" meningkat drastis jika dilakukan secara kolektif bersama seluruh anggota keluarga di rumah.
- Data Riset: Studi eksperimental Princeton University & SMRC mengungkap kelompok yang berhenti medsos bareng keluarga mengalami kenaikan skor kesehatan mental paling tinggi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pernahkah Anda merasa berada di satu ruangan yang sama dengan keluarga, namun masing-masing sibuk dengan "dunia sendiri" di layar ponsel? Fenomena phubbing atau mengabaikan orang sekitar demi media sosial ternyata bukan sekadar isu sosial, tapi berdampak nyata pada kesehatan mental kita.
Kabar baiknya, sebuah riset kolaborasi global antara Princeton University Amerika Serikat dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru saja menemukan resep sederhana untuk mental yang lebih sehat: Puasa media sosial secara kolektif.
"Data ini menunjukkan deaktivasi media sosial, terutama jika dilakukan bersama seluruh anggota keluarga, terlihat berdampak meningkatkan kesehatan mental dan emosional," ungkap Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, dalam siaran di kanal YouTube SMRC TV, Minggu (15/3/2026).
Bedah Kesehatan Mental Warga Indonesia
Sebelum masuk ke hasil eksperimen, riset ini terlebih dahulu memotret kondisi mental warga Indonesia saat ini.
Dengan skala 0 (sangat buruk) hingga 100 (sangat baik), rata-rata skor kesehatan mental dan emosional warga berada di angka 71,2.
Secara rincian, mayoritas warga berada di zona hijau: 42 persen sangat baik dan 48 persen cukup baik.
Namun, masih ada 9 persen warga yang merasa cukup buruk dan 1 persen berada di kondisi sangat buruk (skor di bawah 25).
Angka-angka inilah yang dicoba diperbaiki melalui metode "detoks digital".
Eksperimen "Puasa Digital" Selama Satu Bulan
Studi yang dipimpin oleh Professor Nicholas Kuipers dari Princeton University ini menggunakan metode eksperimental terhadap 1.502 responden di 30 ibu kota provinsi di Indonesia.
Responden dipantau dalam dua fase wawancara panel pada periode 17 November 2025 hingga 14 Januari 2026.
Mereka dibagi secara acak menjadi tiga kelompok uji:
- Kelompok T1: Diminta menghentikan penggunaan medsos sendirian.
- Kelompok T2: Diminta bersama-sama dengan semua anggota rumah tangga untuk tidak menggunakan medsos.
- Kelompok Kontrol: Tetap dipersilakan menggunakan medsos seperti biasa.
Baca juga: Pemudik Disarankan Pakai Masker di Keramaian untuk Cegah Campak
EFEKNYA: Berhenti Bareng Lebih Ampuh
Dalam waktu satu bulan, hasil yang muncul sangat kontras.
Kelompok Kontrol yang tetap bermain medsos justru mengalami penurunan skor mental dari 71,1 menjadi 70,4.
Sementara itu, kelompok yang melakukan intervensi menunjukkan hasil positif:
- Kelompok T1 (Puasa Sendirian): Skor cenderung stabil dan naik tipis dari 71,7 ke 71,8.
- Kelompok T2 (Puasa Bareng Keluarga): Skor melonjak signifikan dari 71,3 menjadi 72,2.
Selisih skor antara kelompok T2 (bareng keluarga) dan kelompok kontrol meningkat hingga 1,8 poin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Digital-BTN-Hadir-di-Tengah-Kehidupan-Keluarga_20260225_143919.jpg)