Program Makan Bergizi Gratis
Tantangan MBG di Daerah 3T, Pakar Kesehatan Ingatkan Distribusi hingga Risiko Gizi Tak Seimbang
Program MBG di i wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dinilai berpotensi banyak tantangan termasuk distribusi hingga risiko kecukupan gizi.
Ringkasan Berita:
- Program MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dinilai memiliki sejumlah tantangan serius dalam implementasinya.
- Pakar kesehatan ingatkan sederet risiko yang dihadapi, mulai distribusi hingga kecukupan gizi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Program makan bergizi gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dinilai memiliki sejumlah tantangan serius dalam implementasinya.
Dokter, peneliti Global Health Security, dan pakar epidemiologi Dicky Budiman mengingatkan bahwa tanpa perencanaan matang, program ini justru berisiko tidak berkelanjutan dan tidak tepat sasaran.
Baca juga: Pemerintah Pangkas Jadwal MBG Jadi 5 Hari Seminggu, Ini Daerah yang Dikecualikan
Menurutnya, kondisi wilayah 3T memiliki tantangan struktural yang tidak bisa diabaikan.
“Di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di distribusi pangannya sulit. Ketergantungan logistiknya juga tinggi,” ujarnya pada Tribunnews, Selasa (31/4/2026).
Risiko Program Tidak Berkelanjutan
Dicky menilai program makan bergizi di daerah 3T berpotensi gagal jika tidak berbasis pada sumber pangan lokal.
“Sehingga kalau ada program makan bergizi seperti ini, ada risiko programnya tidak berkelanjutan karena tidak berbasis pangan lokal,” jelasnya.
Ia bahkan mengingatkan potensi pemborosan jika sistem tidak diperbaiki.
“Jadi akhirnya ya seperti buang uang nantinya ya. Berrisiko seperti itu,” tegasnya.
Baca juga: Kenaikan Harga BBM, Banggar Usul Pakai BA BUN dari MBG dan SAL Senilai Rp 237 T untuk Subsidi Energi
Potensi Ketergantungan Masyarakat
Selain itu, ada risiko ketergantungan masyarakat terhadap bantuan pemerintah.
“Jadi bisa menimbulkan ketergantungan programnya pada wilayah 3T itu,” kata Dicky.
Jika tidak dibarengi dengan pembangunan sistem yang kuat, masyarakat bisa kehilangan kemandirian.
“Dan bahkan nanti cenderung tidak membangun kemandirian keluarga kalau tidak dibangun sistem,” lanjutnya.
Ancaman Gizi Tidak Seimbang dan Keracunan Massal