Minus Mata Naik Drastis dalam Hitungan Bulan? Dokter Sebut Bisa Jadi Gejala Katarak
Untuk memastikan penyebab gangguan penglihatan, pemeriksaan mata menjadi langkah penting.
Ringkasan Berita:
- Peningkatan minus yang terjadi cepat dalam waktu singkat, sehingga seseorang sering mengganti lensa kacamata, perlu diwaspadai. Bisa jadi itu merupakan tanda katarak
- Salah satu kondisi khas pada katarak adalah fenomena yang dikenal sebagai “second sight”. Pada kondisi ini, seseorang yang sebelumnya kesulitan membaca dekat tiba-tiba merasa penglihatannya membaik
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tidak sedikit orang yang langsung mengganti kacamata saat merasa penglihatannya menurun.
Namun, kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh minus mata yang bertambah.
Dalam beberapa kasus, justru bisa menjadi tanda awal katarak.
Dokter Spesialis Mata Subspesialis Mata Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Amir Shidik, Sp.M, Subsp. K.B.R mengungkapkan bahwa peningkatan minus yang terjadi cepat dalam waktu singkat perlu diwaspadai.
Minus Naik Cepat, Bukan Hal Normal
Secara umum, perubahan minus mata terjadi perlahan. Namun jika kenaikan terjadi drastis dalam waktu 3–6 bulan, kondisi ini patut dicuriga.
"Dalam hitungan bulan. Biasanya penambahan minus yang masih diterima itu dalam setahun nggak lebih dari 1. Tapi kalau dalam 3-6 bulan, naiknya 2-3. Udah ganti kacamata, nggak enak. Udah saat dipikirin oh mungkin katarak," imbuhnya.
Baca juga: Tanda Katarak yang Sering Diabaikan
Pasien biasanya merasa harus sering mengganti kacamata karena ukuran sebelumnya tidak lagi nyaman digunakan.
Namun meski sudah diganti, penglihatan tetap terasa tidak optimal.
Fenomena ‘Second Sight’ yang Menipu
Salah satu kondisi khas pada katarak adalah fenomena yang dikenal sebagai “second sight”. Pada kondisi ini, seseorang yang sebelumnya kesulitan membaca dekat tiba-tiba merasa penglihatannya membaik.
Namun, kondisi ini sebenarnya bukan tanda perbaikan. Perubahan tersebut terjadi karena adanya perubahan pada lensa mata akibat katarak.
Akibatnya, fokus penglihatan bergeser dan menciptakan ilusi bahwa penglihatan membaik.
Pada katarak, masalah utama bukan terletak pada refraksi mata, melainkan pada kekeruhan lensa. Inilah yang membuat penggunaan kacamata sering kali tidak memberikan hasil yang memuaskan.
Pasien mungkin masih bisa melihat, tetapi kualitas penglihatannya menurun.
“Bukan cuma bisa melihat bagus, tapi bisa melihat sesuai dengan high-tech operasi kita,” ujar dr. Amir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/miyosmart-dari-hoya-hadirkan-lensa-kacamata-terapi_20230609_184103.jpg)