Kamis, 21 Mei 2026

Bantuan Kemanusiaan

Gelar Operasi Katarak Gratis, Perusahaan Jamu Ini Bantu Ratusan Warga Bandung ‘Kembali Melihat’

Menggandeng PERDAMI dan RS Maranatha, Sido Muncul kembali menggelar operasi katarak gratis bagi 200 pasien di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Tayang:
Editor: BizzInsight
Istimewa
OPERASI KATARAK GRATIS - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk menggelar operasi katarak gratis bagi 200 pasien di wilayah Bandung dan sekitarnya, Senin (2/2/2026). 

TRIBUNNEWS.COM - Gangguan penglihatan hingga kebutaan berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat. Di Indonesia, katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan.

Karena itu, upaya penanggulangan gangguan penglihatan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan sektor kesehatan semata. Diperlukan sinergi lintas sektor yang melibatkan organisasi profesi, masyarakat, sektor swasta, serta lembaga nonpemerintah (NGO) agar penanganannya dapat berjalan lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Salah satu perusahaan yang konsisten berdedikasi untuk mengambil peran dalam memberantas katarak di Indonesia adalah PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul).

Memasuki awal tahun 2026, Sido Muncul kembali menggandeng Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat dan Rumah Sakit Maranatha Bandung untuk menggelar operasi katarak gratis bagi 200 pasien di wilayah Bandung dan sekitarnya, Senin (2/2/2026).

Direktur Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menjelaskan, meski pemerintah memiliki program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), peran swasta tetap krusial untuk mengisi celah dan menjangkau mereka yang belum tertangani.

"Tiap tahun penderita bertambah satu persen, atau sekitar 280.000 orang baru. Saya rasa pekerjaan ini tidak akan selesai. Tapi saya senang bisa berpartisipasi, kami masuk di sela-sela (program pemerintah). Prinsipnya, kepedulian ini kami lakukan dengan cara membantu sesama," ujar Irwan kepada awak media, Senin (2/2/2025). 

Menurutnya, katarak adalah penyakit degeneratif yang angkanya terus bertambah seiring penuaan populasi sehingga upaya penyembuhannya adalah pekerjaan rumah yang tak akan pernah benar-benar selesai. Namun, justru itulah yang memantik semangat Sido Muncul untuk terus hadir selama 15 tahun terakhir.

"Ini operasi yang pertama kali di tahun 2026. Sejak tahun 2011, totalnya sudah 57.000 mata yang berhasil dioperasi. Bukan pasang mata loh, tapi 57.000 mata," tambah Irwan.

Direktur Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat 03022026
Direktur Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat.

Direktur Utama RS Maranatha, dr. Ferdinan Sutejo, MMR, menyatakan, kegiatan bakti sosial hasil kolaborasi dengan sektor swasta, termasuk Sido Muncul, berperan penting untuk mencegah penumpukan kasus baru katarak di daerah.

Dalam kesempatan ini, pihaknya menyiapkan dua ruang operasi dan melibatkan 10 dokter spesialis mata dalam kegiatan tersebut. Dari sekitar 200 peserta yang disaring, sebanyak 116 pasien berhasil menjalani operasi katarak.

Baca juga: Perusahaan Jamu ini Kembali Gelar Operasi Katarak Gratis bagi 200 Pasien di Indramayu

Dukung Masyarakat Mendapat Layanan Lebih Cepat

Perlu diketahui, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung mencatat angka gangguan penglihatan akibat katarak berada di kisaran 1,7 persen, sejalan dengan rata-rata Jawa Barat dan nasional.

Untuk itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr. Yuli Irnawati Mustiarsari, MM, mengapresiasi dukungan Sido Muncul, RS Maranatha, PERDAMI, dan mitra lainnya. Ia menilai, operasi katarak massal mampu mempercepat pelayanan dan mempersingkat antrian operasi reguler di rumah sakit.

“Dengan operasi seperti ini, masyarakat bisa lebih cepat mendapatkan layanan, sehingga masa produktif mereka dapat lebih panjang dengan kualitas penglihatan yang lebih baik,” kata Yuli.

Di tempat yang sama, Perwakilan Departemen Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (DPBK Perdami Pusat), dr. Rizal A. Fanany, SpM(K), menyebut katarak menjadi penyebab utama kebutaan di Tanah Air.

“Sekitar 81 persen kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, setiap tahunnya muncul sekitar 28 ribu kasus baru,” kata Rizal. 

Ia menjelaskan, hingga 2023 tingkat penanganan katarak di Indonesia baru mencapai sekitar 47 persen. Kondisi tersebut membuat katarak tidak lagi menjadi persoalan individu atau pemerintah semata, melainkan masalah nasional yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Sido Muncul - Operasi Katarak Gratis 03022026
OPERASI KATARAK GRATIS - Sido Muncul kembali menggandeng Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat dan Rumah Sakit Maranatha Bandung untuk menggelar operasi katarak gratis bagi 200 pasien di wilayah Bandung dan sekitarnya, Senin (2/2/2026).

Bantu Sesama Kembali Melihat Dunia

Iis Suhaeti (52), salah satu penerima manfaat operasi katarak gratis yang digelar Sido Muncul kali ini, mengaku terharu dan sangat bersyukur. Baginya, kehadiran program Sido Muncul ini adalah jawaban atas doa-doanya selama ini.

"Apalagi kalau pakai biaya sendiri pasti mahal. Menurut saya, Sido Muncul sangat peduli sekali pada masyarakat kecil," kata Iis. 

Warga Margahayu, Kabupaten Bandung ini bercerita bahwa selama sepuluh tahun hidup dalam bayang-bayang penglihatan yang kabur. Keterbatasan ekonomi membuatnya menunda pengobatan selama bertahun-tahun yang berimbas pada produktivitasnya sebagai pedagang. 

Berbagi pengalamannya sebagai penerima manfaat, Iis mengaku sempat khawatir tetapi ia bisa bernapas lega setelah menjalani operasi. 

"Mulanya pasti deg-degan, namanya lihat gunting dan lampu operasi. Tapi, ternyata tidak terasa sakit. Alhamdulillah lancar," pungkasnya.

Penulis: Nurfina Fitri Melina | Editor: Vincentius Haru

Baca juga: Sido Muncul dan Pemprov Malut Jajaki Kerja Sama: Operasi Katarak Gratis hingga Promosi Pariwisata

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved