Kurang Tidur dan Alzheimer: Siklus Berbahaya yang Jarang Disadari
Penelitian menunjukkan bahwa penumpukan protein tau menyebabkan aktivitas otak berlebihan yang mengganggu kualitas tidur
“Jika Anda mengorbankan tidur, Anda tidak hanya kehilangan kondisi istirahat pasif — tetapi juga mengorbankan mekanisme penting pembersihan otak, karena sistem glinfatik bekerja terutama saat kita tidur,” jelasnya.
“Oleh karena itu, sangat penting menjaga kualitas tidur demi kesehatan kognitif, kesehatan jantung, kesehatan mental, dan kesejahteraan secara keseluruhan.”
Dalam praktik klinisnya, Troxel mengatakan bahwa banyak pasien mengalami kurang tidur atau kualitas tidur buruk akibat stres.
“Jika kita terus berpikir, ‘Kalau saya kurang tidur, saya akan terkena Alzheimer,’ itu justru tidak membantu,” katanya. “Kita perlu menyadari risikonya, tetapi juga menerima bahwa tidur tidak selalu sempurna.”
Ia menganjurkan untuk fokus pada perbaikan, bukan kesempurnaan.
“Jika kita terus membebani pikiran dengan kekhawatiran tentang kurang tidur, itu akan meningkatkan tekanan dan kecemasan, serta membuat tidur semakin gelisah,” tambahnya.
“Terkadang kita perlu berhenti terlalu memikirkan, menjalankan kebiasaan baik untuk mendukung tidur yang berkualitas, dan tidak terobsesi dengan hal tersebut.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-tidur-diunduh-dari-situs-beb.jpg)