Kamis, 16 April 2026

Anak Susah Fokus dan Mudah Lupa? Kurang Protein Bisa Jadi Penyebab

Anak yang sulit fokus, mudah lupa dan kurang bersemangat bukan sekadar masalah kebiasaan. Ada indikasi kekurangan protein.

Freepik
Ilustrasi 

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Anak yang sulit fokus, mudah lupa dan kurang bersemangat bukan sekadar masalah kebiasaan.
  • Bisa jadi ada masalah gizi yang belum disadari, terutama kekurangan protein dan zat besi.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anak yang sulit fokus, mudah lupa, atau tampak kurang bersemangat saat belajar sering dianggap sebagai masalah perilaku atau kebiasaan.

Namun, di balik itu, bisa jadi ada masalah gizi yang belum disadari, terutama kekurangan protein dan zat besi.

Baca juga: Penampakan Lantai 3 Rumah Inara Rusli yang Diduga Tempat Bermesraan dengan Insan, Ruang Anak Belajar

President of Indonesian Nutrition Association sekaligus dokter klinik gizi senior Dr. dr. Luciana Budiati Sutanto, MS, Sp.GK, Subsp.PK menjelaskan bahwa perkembangan otak anak sangat bergantung pada kecukupan nutrisi.

Otak Tidak Bisa Berkembang Sendiri

Ilustrasi otak
Ilustrasi otak (freepik)

Banyak orang tua fokus pada stimulasi belajar, tetapi lupa bahwa otak membutuhkan “bahan bakar” agar bisa berkembang dengan baik.

Jika tubuh kekurangan nutrisi, maka kemampuan otak juga akan terhambat.

“Kalau tubuhnya tidak cukup, otaknya juga tidak berkembang,” ujarnya pada konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026). 

Hal ini menjelaskan mengapa anak dengan gizi kurang sering mengalami kesulitan belajar, lambat memahami pelajaran, hingga mudah lupa.

Peran Penting Protein dalam Tumbuh Kembang

Sumber Protein
Sumber Protein (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)

Protein menjadi salah satu nutrisi utama yang sangat dibutuhkan anak, terutama dalam masa pertumbuhan.

Protein terdiri dari asam amino yang berfungsi sebagai bahan dasar pembentukan jaringan tubuh, termasuk otak.

Namun, tidak semua protein sama

Sumber protein hewani seperti telur, ikan, dan daging memiliki kandungan asam amino yang lebih lengkap dibandingkan protein nabati.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved