Kamis, 16 April 2026

Anak Susah Fokus dan Mudah Lupa? Kurang Protein Bisa Jadi Penyebab

Anak yang sulit fokus, mudah lupa dan kurang bersemangat bukan sekadar masalah kebiasaan. Ada indikasi kekurangan protein.

Freepik
Ilustrasi 

Meski begitu, keduanya tetap penting dan harus dikombinasikan dalam pola makan sehari-hari.


Harus Seimbang

dr. Luciana mengingatkan bahwa protein tidak akan bekerja optimal jika tidak didukung oleh asupan kalori yang cukup.

Jika kalori kurang, protein justru akan digunakan sebagai sumber energi, bukan untuk membangun jaringan tubuh.

“Jadi, kalau protein tidak didukung kalori, dia tidak bisa bermanfaat sebagai protein. Malah akan dihancurkan sebagai kalori,” jelasnya.

Artinya, anak tidak hanya perlu makan makanan tinggi protein, tetapi juga harus mendapatkan asupan energi yang cukup dari karbohidrat dan lemak.

Dampak Serius Jika Dibiarkan

Kekurangan protein dan zat besi bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan, penurunan imunitas, hingga masalah perkembangan otak.

Anak menjadi lebih mudah sakit, dan ketika sering sakit, kondisi ini semakin memperburuk status gizinya.

Akibatnya, anak tidak hanya sulit tumbuh secara fisik, tetapi juga mengalami hambatan dalam perkembangan kognitif.

Solusi Sederhana

Untuk mencegah kondisi ini, orang tua perlu memastikan anak mendapatkan makanan yang beragam dan seimbang.

Sumber protein bisa berasal dari telur, ikan, ayam, tahu, tempe, hingga kacang-kacangan.

Sementara zat besi bisa didapat dari makanan hewani dan nabati, yang sebaiknya dikombinasikan dengan vitamin C agar penyerapannya lebih optimal.

Pola makan sederhana seperti sarapan telur, makan siang ayam, dan makan malam ikan atau tempe sudah bisa menjadi langkah awal yang baik.

Pada akhirnya, kunci utama tumbuh kembang anak bukan pada satu jenis makanan, tetapi pada keseimbangan nutrisi secara keseluruhan.

Gizi seimbang menjadi fondasi penting agar anak bisa tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya tahan tubuh yang baik.

Karena itu, penting bagi orang tua untuk lebih peka terhadap pola makan anak, bukan hanya saat anak sakit, tetapi sejak dini sebagai investasi masa depan mereka.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved