Tak Perlu Bolak-balik Saat Berobat, Ini Konsep RS Terintegrasi yang Bikin Pasien Lebih Nyaman
Transformasi ini tidak hanya menyelaraskan infrastruktur dan sistem layanan dengan kebutuhan saat ini, tetapi juga persiapkan kapabilitas rumah sakit.
Sejumlah pembaruan yang dilakukan antara lain penggabungan ruang operasi dalam satu kompleks terintegrasi, konektivitas langsung antara radiologi dan ruang rawat inap, serta penambahan 14 lift baru yang didukung koridor sepanjang 100 meter di lima lantai. Desain ini bertujuan untuk memangkas waktu tunggu serta mempercepat proses diagnosis hingga tindakan medis.
Digitalisasi Layanan
Di sisi digital, Mount Elizabeth Hospital menghadirkan Patient Intelligence Centre (PIC), sebuah sistem yang mengintegrasikan pengelolaan tempat tidur, jadwal operasi, hingga prosedur medis secara real-time.
Selain itu, platform LizWorld memungkinkan pasien mengakses berbagai layanan langsung dari kamar, mulai dari navigasi digital hingga permintaan layanan mandiri.
Implementasi teknologi ini menunjukkan hasil yang signifikan, di antaranya penurunan waktu orientasi pasien dari 12 menit menjadi 8 menit, penghematan sekitar 800 jam kerja staf per tahun, serta pengurangan waktu tunggu layanan dari 40 menit menjadi 20 menit. Beban kerja perawat pun berkurang hingga 120 jam per tahun.
Dukungan teknologi juga diperkuat dengan penggunaan perangkat radiologi canggih seperti NAEOTOM Alpha Photon-counting CT dan sistem angiografi modern untuk mempercepat proses diagnosis.
Transformasi layanan semakin diperkuat dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Beberapa sistem yang digunakan antara lain Annalise.ai, Lunit, dan SenseCare Chest CT yang membantu radiolog mendeteksi kelainan secara lebih cepat dan akurat.
Selain itu, sistem rekam medis elektronik Cerebral+ memungkinkan integrasi data pasien secara menyeluruh, sementara NurseShift.ai membantu pengaturan jadwal perawat agar lebih efisien.
Dengan teknologi ini, tenaga medis dapat lebih fokus pada penanganan pasien, tanpa terbebani proses administratif yang kompleks.
Baca juga: BPJS Satu! Hadir di Tengah Peserta JKN untuk Mempermudah Alur Pelayanan Rumah Sakit
Chief Executive Officer Mount Elizabeth Hospital, Yong Yih Ming, menyatakan bahwa Project Renaissance merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran rumah sakit dalam menangani kasus-kasus kompleks, sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi pasien lokal maupun internasional.
“Project Renaissance adalah langkah transformasi strategis yang memperkuat peran MEH dalam memimpin penanganan kasus-kasus kompleks. Kepercayaan dari pasien menjadi panduan utama kami dalam setiap pengembangannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi ini tidak hanya menyelaraskan infrastruktur dan sistem layanan dengan kebutuhan saat ini, tetapi juga mempersiapkan kapabilitas rumah sakit untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Dengan berbagai pembaruan tersebut, layanan kesehatan kini bergerak menuju sistem yang lebih ringkas, terintegrasi, dan berorientasi pada pasien. Tidak lagi sekadar menyediakan fasilitas, tetapi memastikan seluruh proses perawatan dapat berjalan lebih cepat, nyaman, dan efektif dalam mendukung proses penyembuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Mount-Elizabeth-Singapura-pelayanan-yang-baik.jpg)