Influenza Ada Sepanjang Tahun di Indonesia, Ini Waktu Terbaik Vaksin
Masih banyak masyarakat yang menganggap influenza hanya sebagai penyakit ringan seperti pilek biasa. Padahal, dampaknya bisa jauh lebih serius.
Ringkasan Berita:
- Influenza justru menjadi ancaman sepanjang tahun di Indonesia. Berbeda dengan negara empat musim seperti di Eropa atau Australia, Indonesia tidak memiliki periode khusus untuk penyebaran influenza
- Masih banyak masyarakat yang menganggap influenza hanya sebagai penyakit ringan seperti pilek biasa. Padahal, dampaknya bisa jauh lebih serius
- Dokter penyakit dalam mengingatkan agar masyarakat tidak menunda vaksinasi karena alasan musim
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak masyarakat Indonesia masih menganggap vaksin flu hanya penting saat musim hujan atau ketika cuaca dingin.
Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya tepat.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Dewasa dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-AI, FINASIM menegaskan bahwa influenza justru menjadi ancaman sepanjang tahun di Indonesia.
“Influenza itu adalah ancaman nyata di Indonesia di global kita sudah sangat paham betul,” ujarnya pada media diskusi Perlindungan Tanpa Batas: Pentingnya Influenza bagi Dewasa dan Lansia yang diselenggarakan Kalbe melalui Kalventis di Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026
Berbeda dengan negara empat musim seperti di Eropa atau Australia, Indonesia tidak memiliki periode khusus untuk penyebaran influenza.
Hal ini membuat risiko penularan terjadi sepanjang waktu.
Baca juga: 1.000 Hari Pertama Masa Krusial Pertumbuhan Anak, Waspadai Risiko Penundaan Vaksin
“Influenza ada sepanjang musim di Indonesia dan vaksinasi tahunan adalah perlindungan utama,” jelasnya.
Artinya, masyarakat tidak perlu menunggu musim tertentu untuk melindungi diri.
Kapan Waktu Terbaik untuk Vaksin?
Pertanyaan paling sering muncul adalah: kapan sebaiknya vaksin flu dilakukan Jawabannya ternyata sederhana.
“Kalau ditanya waktunya vaksin kapan itu kapan saja,” tegasnya.
Ia bahkan mengingatkan agar masyarakat tidak menunda vaksinasi karena alasan musim.
“Jadi kalau ditanya, jangan nunggu-nunggu musim hujan apalagi musim hujan jangan nunggu-nunggu musim kemarau karena sepanjang tahun itu ada. Baik itu influenza A maupun influenza B,” lanjutnya.
Dengan kata lain, menunda vaksin justru membuka celah risiko tertular lebih besar.
Meski terjadi sepanjang tahun, ada pola tertentu yang tetap muncul. Misalnya, lonjakan virus tipe A pada waktu tertentu.
“Jadi ada 2 puncak H1N1 di awal tahun Januari - Maret dan H3N2 di akhir tahun September-Oktober ini dia,” ungkapnya.
Namun, pola ini tidak berarti aman di bulan lain.
Karena virus tetap beredar dan bisa menyerang siapa saja kapan saja.
Bukan Sekadar Flu Biasa
Masih banyak masyarakat yang menganggap influenza hanya sebagai penyakit ringan seperti pilek biasa. Padahal, dampaknya bisa jauh lebih serius.
“Ternyata di Indonesia ada juga orang yang dirawat dengan infeksi pernapasan berat. Ternyata 15 persennya disebabkan karena virus influenza,” jelasnya.
Artinya, influenza bisa berkembang menjadi kondisi berat hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit. Hal yang sering tidak disadari adalah, virus influenza sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Ini bukan penyakit langka ini ada di sekitar kita setiap hari,” tegasnya.
Bahkan data penelitian menunjukkan angka kasus yang cukup signifikan.
Ini menunjukkan bahwa kasus flu yang sering dianggap ringan, sebagian besar sebenarnya adalah influenza.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasu-flu122222.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.