Senin, 11 Mei 2026

Wabah Hantavirus

Korban Jiwa Imbas Hantavirus di Indonesia Bertambah Jadi 3 Orang, Terbaru di Kalbar

Kasus hantavirus merenggut nyawa pasien di Kalimantan Barat. Dia meninggal dunia pada 3 Maret 2026 lalu dengan kondisi tubuh menguning.

Tayang:
Pexels
HANTAVIRUS - Foto ilustrasi tikus yang diambil dari situs bebas royalti Pexels. Kasus orang meninggal dunia akibat terjangkit hantavirus bertambah menjadi tiga orang. Terbaru, kasus terjadi di Kalimantan Barat. 

Warga diminta menghindari makanan atau barang yang berpotensi terkontaminasi liur, urine, maupun kotoran tikus.

Baca juga: Virus Hanta Bukan Covid-19, Ahli Unair Minta Masyarakat Tak Panik

Ada 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, 3 Meninggal

Kemenkes menyebut total ada 23 kasus hantavirus di Indonesia sejak 2024 hingga pekan ke-16 tahun 2026.

Dari total keseluruhan kasus, virus ini telah mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

"Ini situasi nasional. Ada 23 positif, tiga kematian, sisanya sembuh. Sisa dua kasus suspek sudah terkonfirmasi negatif," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muharwarman.

Berdasarkan laporan Kemenkes, kasus terbanyak terjadi di DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yakni enam kasus.

Baca juga: Kasus Virus Hanta Ditemukan di Indonesia, Epidemiolog Soroti Sanitasi Lingkungan dan Populasi Tikus

Lalu, ada Jawa Barat dengan lima kasus. Kemudian disusul beberapa provinsi lain seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatra Barat (Sumbar), hingga Jawa Timur (Jatim) dengan satu kasus.

Berikut daftar provinsi yang masyarakatnya terjangkit hantavirus:

  1. DKI Jakarta: 6 kasus
  2. Daerah Istimewa Yogyakarta: 6 kasus
  3. Jawa Barat: 5 kasus
  4. Nusa Tenggara Timur: 1 kasus
  5. Kalimantan Barat: 1 kasus
  6. Sumatra Barat: 1 kasus
  7. Sulawesi Utara: 1 kasus
  8. Banten: 1 kasus
  9. Jawa Timur: 1 kasus

Namun, Kemenkes mengungkapkan jenis virus yang ada di Indonesia adalah Seoul Virus dan bukannya Andes Virus seperti yang telah terkonfirmasi menjadi penyebab tewasnya tiga orang di kapal pesiar mewah MV Hondius.

Aji mengungkapkan risiko penyebaran virus tersebut kini masih tergolong rendah berdasarkan penilaian WHO.

"Menurut WHO risikonya masih rendah," katanya.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Pontianak/Anggita Putri)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved