Dampak El Nino Godzilla, IDAI Ingatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting pada Anak
El Nino Godzilla tidak hanya berdampak pada cuaca panas dan kekeringan hingga mengancam gizi anak dan ancaman stunting.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- El Nino Godzilla tidak hanya berdampak pada cuaca panas dan kekeringan.
- Kemarau panjang dapat menyebabkan gagal panen dan menurunkan ketersediaan pangan.
- IDAI sebut harga bahan makanan naik dan keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan gizi anak, maka ancaman stunting datang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fenomena El Nino Godzilla tidak hanya berdampak pada cuaca panas dan kekeringan.
El Nino "Godzilla" adalah istilah populer yang digunakan untuk menggambarkan fenomena super El Nino atau El Nino dengan intensitas sangat kuat.
Baca juga: El Nino Godzilla Bukan Sekadar Cuaca Panas, Anak Bisa Alami Diare hingga Heat Stroke
Fenomena ini juga bisa memengaruhi ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan risiko gizi buruk pada anak.
Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) , dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A, Subsp.Respi(K), mengatakan kemarau panjang dapat menyebabkan gagal panen dan menurunkan ketersediaan pangan.
Akibatnya, harga bahan makanan naik dan keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan gizi anak.
“Ketika harga pangan naik, akses makanan bergizi menurun,” ujar Darmawan pada media briefing virtual, Kamis (21/5/2026).
Anak Kecil Jadi Kelompok Paling Rentan
Ia mengingatkan kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko malnutrisi hingga stunting.
Anak-anak usia dini menjadi kelompok paling rentan karena masih berada dalam masa tumbuh kembang penting.
Menurut Darmawan, dampak kekurangan gizi tidak hanya terlihat pada berat badan anak.
Dalam jangka panjang, kondisi ini juga bisa memengaruhi perkembangan otak dan kemampuan belajar.
“Terjadi stunting dan mengganggu kemampuan intelektual,” katanya.
Seribu Hari Pertama Kehidupan Sangat Penting
Ia menjelaskan anak di bawah usia dua tahun menjadi kelompok yang paling perlu dilindungi.
Pada periode ini, perkembangan tubuh dan otak berlangsung sangat cepat.
Karena itu, kekurangan gizi pada masa tersebut dapat meninggalkan dampak jangka panjang.
“Seribu hari pertama kehidupan merupakan periode kritis pertumbuhan,” ujarnya.
Darmawan juga mengingatkan kondisi cuaca ekstrem dapat memperparah masalah gizi.
Anak yang mengalami diare berulang akibat air tercemar misalnya, lebih mudah kehilangan nutrisi dan cairan tubuh.
Situasi ini membuat risiko gizi buruk semakin besar.
Orangtua Diimbau Tetap Prioritaskan Gizi Anak
Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan fokus pada langkah pencegahan.
Menurut Darmawan, keluarga perlu lebih bijak mengatur pola makan selama musim panas berkepanjangan.
Orangtua dianjurkan tetap mengutamakan makanan bergizi, menjaga kebersihan makanan, dan memastikan anak cukup minum.
Selain itu, ASI tetap penting diberikan pada bayi karena membantu menjaga daya tahan tubuh.
“ASI merupakan makanan bayi terbaik,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama semua pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, hingga pemerintah agar dampak El Nino terhadap anak bisa ditekan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-stunting-22022023.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.