Lebih Menular dari Covid-19, Dokter Sebut Flu Singapura Mudah Menyebar di Sekolah dan Daycare
Banyak orangtua resah dengan merebaknya kasus Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) yang menyerang anak-anak di berbagai
Penularan terjadi melalui fecal-oral (kotoran yang menempel di tangan), percikan air liur (droplet), hingga cairan dari luka bintik-bintik di kulit anak.
Hingga saat ini, belum ditemukan obat antivirus spesifik untuk menyembuhkan Flu Singapura.
Pentingnya Vaksin
Harapan utama untuk melindungi anak adalah melalui penguatan imun dan vaksinasi.
Kabar baiknya, kini vaksin HFMD untuk tipe virus EV71 sudah tersedia di Indonesia.
"Puji syukur sekarang sudah ada rekomendasinya di Indonesia. Vaksin ini bisa diberikan mulai dari anak usia 6 bulan hingga 71 bulan (hampir 6 tahun)," jelas dr. Handayani.
Vaksin ini menggunakan teknologi inactivated virus (virus mati), sehingga aman karena hanya mengenalkan bagian luar virus kepada sel tentara (sel T) di dalam tubuh anak.
Dosis dan Prosedur Vaksin:
- Diberikan 2 dosis dengan jarak minimal 1 bulan antar dosis.
- Disarankan untuk tetap melakukan booster agar perlindungan lebih maksimal.
- Sangat dianjurkan bagi anak usia di bawah 6 tahun karena pada usia tersebut imun anak sedang rentan dan risiko komplikasi paling tinggi.
Selain vaksinasi, dr. Handayani mengingatkan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Mommy dan Daddy harus rajin mencuci tangan anak sebelum makan dan setelah main, serta rutin melakukan disinfeksi pada mainan anak untuk memutus rantai penularan," pungkasnya.
Bagi orang tua yang melihat gejala bintik merah di tangan, kaki, serta sariawan pada anak disertai demam, disarankan segera berkonsultasi ke dokter spesialis anak untuk penanganan lebih lanjut agar terhindar dari dehidrasi dan komplikasi saraf.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mengenal-penyakit-flu-singapura.jpg)