Jumat, 5 Juni 2026

Mengerikan, Makanan Sehari-hari Bisa Picu Penyakit Serius pada Anak Kecil

Kata WHO Diare menjadi salah satu penyakit yang paling sering menyerang sekaligus masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak di usia rentan tersebut.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
El Pais
BALITA RENTAN SAKIT - Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut anak usia di bawah lima tahun menjadi kelompok paling rentan mengalami penyakit akibat makanan yang tidak aman. Risiko yang dihadapi bahkan hampir tiga kali lebih tinggi dibanding anak yang lebih besar maupun orang dewasa. 

Kontaminasi makanan sendiri dapat terjadi melalui berbagai jalur, mulai dari aktivitas industri, pencemaran lingkungan, praktik pertanian, air yang tercemar, hingga rantai distribusi pangan yang panjang. Setelah masuk ke dalam rantai makanan, zat berbahaya ini sering kali sulit dihilangkan.

Karena itu, WHO menekankan pentingnya pencegahan sejak dari sumbernya, termasuk melalui air bersih dan sanitasi, praktik keamanan pangan yang baik, pasteurisasi, pengawasan industri yang lebih ketat, serta regulasi lingkungan yang lebih kuat.

Dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor kesehatan. WHO juga memperkirakan kerugian ekonomi akibat makanan tidak aman mencapai sekitar US$310 miliar per tahun akibat hilangnya produktivitas. Jika dihitung berdasarkan biaya hidup antarnegara, angka tersebut bahkan dapat meningkat hingga US$647 miliar.

Hal ini menunjukkan bahwa keamanan pangan bukan hanya isu rumah tangga, tetapi juga menyangkut stabilitas ekonomi global.

Di sisi lain, WHO memperingatkan bahwa tantangan keamanan pangan kini semakin kompleks. Perubahan iklim meningkatkan risiko kontaminasi, sementara resistensi antimikroba membuat infeksi akibat makanan semakin sulit diobati.

“Laporan ini merupakan peringatan tetapi juga peta jalan. Data menunjukkan bahwa penyakit bawaan makanan tidak hanya terus berlanjut tetapi juga diperburuk oleh perubahan iklim, yang meningkatkan risiko kontaminasi, dan oleh resistensi antimikroba, yang membuat infeksi lebih sulit diobati,” ujar Yuki Minato, Petugas Teknis WHO untuk keamanan pangan.

Baca juga: WHO: Wabah Ebola di Kongo Diduga Sudah Menyebar Selama Dua Bulan

Dengan meningkatnya konsumsi makanan olahan, makanan siap saji, serta semakin panjangnya rantai distribusi pangan, isu keamanan makanan kini tak lagi sekadar persoalan teknis, melainkan bagian penting dari perlindungan kesehatan publik.

Bagi keluarga, terutama yang memiliki anak kecil, apa yang tersaji di meja makan setiap hari bisa menjadi penentu penting bagi kesehatan jangka panjang.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved