4 Bahan yang Sebaiknya Tidak Dicampurkan ke Kopi Menurut Ahli Gizi
Kopi dapat memberikan manfaat kesehatan lebih besar jika diminum tanpa tambahan gula, pemanis buatan, susu full cream, atau lemak jenuh.
Meskipun terdengar tidak biasa, sebagian orang masih menambahkan mentega dari sapi yang diberi makan rumput (grass-fed butter) ke dalam kopi, yang dikenal sebagai "bulletproof coffee".
Praktik ini populer di kalangan pengikut diet ketogenik dan paleo karena diyakini dapat meningkatkan energi. Namun, menambahkan mentega ke kopi juga meningkatkan asupan lemak jenuh.
Konsumsi lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dan menjadi faktor risiko penyakit jantung.
Setidaknya satu penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kopi hitam atau kopi dengan kadar lemak jenuh dan gula tambahan yang rendah memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung maupun penyebab lain yang lebih rendah.
Tips Agar Kopi Lebih Sehat
Selain mengurangi bahan-bahan di atas, para ahli juga menyarankan beberapa langkah berikut:
- Cobalah teh hijau sebagai alternatif kopi karena mengandung kafein lebih sedikit dan kaya antioksidan.
- Tambahkan kayu manis atau bubuk kakao tanpa gula untuk memperkaya rasa.
- Gunakan pemanis alami seperti monk fruit atau stevia sebagai pengganti pemanis buatan.
- Hindari minum kopi atau minuman berkafein setelah pukul 14.00 karena dapat mengganggu kualitas tidur.
- Cobalah menikmati kopi hitam tanpa tambahan apa pun agar manfaat alaminya tetap optimal.
Sebagai catatan, sebagian besar orang dewasa yang sehat disarankan untuk membatasi konsumsi kafein hingga sekitar 400 miligram per hari, setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi. Namun, jumlah yang tepat dapat berbeda tergantung kondisi tubuh dan kemampuan masing-masing individu dalam memetabolisme kafein.
Jika memiliki pertanyaan mengenai jumlah kafein yang aman atau jenis minuman berkafein yang sesuai, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-kopi-diunduh-dari-Pexels-pada-22-Mei.jpg)