Jangan Ajak Anak Anda Tonton Film yang Tak Sesuai Klasifikasi Usianya, Bisa Berakibat Buruk

Film bisa menjadi media belajar dan hiburan bagi anak. Namun, orangtua perlu cukup ketat mengawasi, agar anak menonton film sesuai dengan usianya.

Jangan Ajak Anak Anda Tonton Film yang Tak Sesuai Klasifikasi Usianya, Bisa Berakibat Buruk
MOVIE WEB
Film Joker berkisah tentang perjuangan Joker, seorang badut jalanan di Gottam City yang berjuang merawat ibunya yang sakit. 

TRIBUNNEWS.COM - Film bisa menjadi media belajar dan hiburan bagi anak. Namun, orangtua perlu cukup ketat mengawasi, agar anak menonton film sesuai dengan usianya.

Salah satu film yang tidak boleh ditonton oleh anak di bawah usia 17 tahun adalah Joker, film karya sutradara Todd Phillips yang juga sudah tayang di tanah air.

Dilansir dari situs Lembaga Sensor Film (LSF), lsf.go.id, film layar lebar Joker diklasifikasikan untuk penonton umur 17 tahun ke atas.

Baca: Sebuah Studi Sebut Musik Metal Menenangkan Pendengarnya

Baca: Gadis 17 Tahun di Cianjur Diculik Saat Tidur Lelap di Rumahnya, Pelaku Memperkosa dan Menjualnya

Baca: Menantu Elvy Sukaesih Konsumsi Narkoba Demi Tingkatkan Kepercayaan Diri

Begitu pula di Amerika Serikat, Motion Picture Association of America (MPAA) memberi film ini rating R atau Restricted (terbatas).

Di Indonesia, peringatan agar anak tidak menonton film Joker disampaikan lewat berbagai media, termasuk media massa cetak dan elektronik.

Sayangnya, banyak anak justru ingin menonton film tersebut karena penasaran.

Nah, menonton film dengan rating R ternyata punya dampak buruk bagi anak, lho.

Apa saja dampaknya?

Psikolog anak dan keluarga, Samanta Ananta, M.Psi menyebutkan, ada sejumlah dampak psikologis yang akan diterima anak jika menonton film kategori restricted tersebut.

1. Trauma tidak langsung

Halaman
123
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved