Pentingnya Bergabung dengan Komunitas: Dukungan untuk Pet Parents dalam Merawat Hewan Kesayangan
Merawat hewan kesayangan sering kali lebih dari sekadar rutinitas sehari-hari. Bagi banyak orang, ini adalah perjalanan penuh cinta.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Merawat hewan kesayangan sering kali lebih dari sekadar rutinitas sehari-hari.
Bagi banyak orang, ini adalah perjalanan penuh cinta sekaligus tantangan.
Di sinilah peran komunitas pet parents menjadi sangat penting.
Komunitas bukan hanya wadah berbagi cerita tentang tingkah lucu kucing atau anjing, melainkan ruang untuk saling belajar, mendukung, dan tumbuh bersama dalam merawat hewan kesayangan.
Ketua Komunitas Pecinta Kucing Kebumen, Fikri Haikal mengatakan, komunitas memberi akses langsung ke pengalaman nyata para pemilik hewan.
Diskusi seputar pola makan, perilaku hewan, hingga penanganan darurat bisa ditemukan di forum daring atau obrolan grup aplikasi pesan.
"Informasi yang dibagikan biasanya lebih mudah dipahami karena datang dari sesama pet parents yang menghadapi situasi serupa," katanya kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).
Dikatakannya, banyak pet parents yang kesulitan mengakses layanan kesehatan hewan di daerahnya.
"Lewat komunitas, mereka bisa mendapat informasi, bahkan layanan dasar seperti vaksinasi massal atau pelatihan singkat dengan dokter hewan,” katanya.
Merawat hewan bukan hanya soal fisik, tetapi juga emosional.
Saat hewan sakit, hilang, atau bahkan meninggal, pet parents sering kali merasakan kesedihan mendalam.
Kehadiran komunitas menjadi penopang penting. Dukungan yang diberikan bukan sekadar saran teknis, melainkan empati dan semangat agar anggota tidak merasa sendirian menghadapi situasi sulit.
Selain interaksi daring, komunitas kerap mengadakan kegiatan langsung seperti pertemuan rutin, kelas singkat, hingga vaksinasi gratis.
Kegiatan ini memperkuat ikatan antaranggota sekaligus memperluas akses layanan kesehatan hewan yang lebih terjangkau.
Media sosial menjadi ruang vital bagi komunitas untuk berkembang. Grup di aplikasi chat atau forum khusus memungkinkan anggota berbagi informasi dengan cepat.
Foto dan video lucu hewan sering memicu percakapan ringan yang kemudian berkembang menjadi diskusi serius tentang perawatan hewan.
Salah satu contoh datang dari Novamos, yang aktif membangun ruang aman bagi pet parents untuk bertanya dan berbagi.
Melalui diskusi online, sesi konsultasi gratis, hingga konten edukatif ringan, mereka membangun kepercayaan dengan anggota komunitas.
“Kami sering menerima DM dari pet parents yang sekadar menanyakan dosis vitamin atau cara membersihkan luka kecil di telinga kucing. Itu bukan gangguan, tapi bentuk kepercayaan,” ungkap Imam, anggota tim Novamos.
Dari interaksi itu, lahir berbagai inovasi produk yang benar-benar relevan dengan kebutuhan nyata, seperti dry shampoo untuk kucing yang takut air dan salep jamur khusus iklim tropis.
Baca juga: Anabul Rentan Diare dan Obesitas, Ini yang Harus Diperhatikan Pemilik Hewan Peliharaan
Bagi Novamos, komunitas adalah sumber inspirasi dan makna. Keberadaan brand tidak hanya soal menjual produk, melainkan hadir di tengah para pet parents, mendengarkan cerita mereka, dan bersama-sama menjaga kesejahteraan hewan kesayangan.
Kucing Disita dan Dilelang Pengadilan di Tiongkok, Ribuan Orang 'Berebut' Jadi Pemilik Baru |
![]() |
---|
Merajut Relasi, Menambah Wawasan: Solo Book Party Hadirkan Komunitas Baca Inklusif |
![]() |
---|
10 Negara dengan Jumlah Kucing Peliharaan Terbanyak: AS Peringkat 1, Disusul China hingga Jepang |
![]() |
---|
Sosok SH, Orang di Balik Viralnya Temuan Puluhan Bangkai Kucing dalam Kulkas di Solo |
![]() |
---|
Komunitas Pemilik Kendaraan Listrik KOLEKSI Rayakan Ultah ke-4 di Bekasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.