Minggu, 17 Mei 2026

Edukasi Seksual Anak Masih Dianggap Tabu, Budaya Diam Justru Membahayakan

Edukasi seksual anak masih dianggap tabu. Budaya diam orang tua justru membuat anak rentan mencari informasi dari sumber yang berbahaya

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
123RF.com
ILUSTRASI PENDIDIKAN SEKSUAL - Edukasi seksual bagi anak masih menjadi topik yang kerap dihindari di banyak keluarga Indonesia karena dianggap sensitif, tidak pantas, bahkan tabu, meskipun kasus kekerasan seksual terhadap anak terus menjadi perhatian serius di berbagai daerah 

Ringkasan Berita:
  • Edukasi seksual anak masih dianggap tabu di banyak keluarga Indonesia karena kuatnya budaya diam dan rasa takut orang tua salah menyampaikan informasi. Menurut 
  • Hana Maulida dari Gerakan Kakak Aman Indonesia, kondisi ini berbahaya karena anak akhirnya mencari jawaban dari luar rumah, termasuk internet dan lingkungan yang tidak selalu aman. 
  • Tanpa edukasi sejak dini, anak lebih rentan terhadap manipulasi, kekerasan seksual, dan trauma jangka panjang.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM – Edukasi seksual bagi anak masih menjadi topik yang kerap dihindari di banyak keluarga Indonesia.

Pembahasan ini sering dianggap sensitif, tidak pantas, bahkan tabu, meskipun kasus kekerasan seksual terhadap anak terus menjadi perhatian serius di berbagai daerah.

Penggagas Gerakan Kakak Aman Indonesia, Hana Maulida, menilai kuatnya faktor budaya menjadi alasan utama orang tua enggan membicarakan edukasi seksual kepada anak-anak mereka.

Pandangan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan membentuk cara keluarga memandang isu seksualitas.

“Orang tua hari ini masih melihat membicarakan seksualitas sebagai sesuatu yang tabu,” ujar Hana dalam live streaming Beauty Health Tribun Health, Minggu (14/12/2025).

Baca juga: Al-Hidayah Ajak Keluarga Jaga Nilai dan Pendidikan Anak di Tengah Arus Teknologi

Budaya Diam Soal Tubuh Anak

Hana menjelaskan, pembahasan mengenai organ vital atau bagian tubuh pribadi anak kerap dianggap tidak sopan.

Akibatnya, orangtua memilih untuk tidak membicarakannya sama sekali, padahal informasi tersebut sangat penting untuk perlindungan anak.

Menurutnya, pola ini tidak terlepas dari pengalaman masa kecil para orangtua yang juga tumbuh tanpa edukasi seksual di dalam keluarga.

Ketika mereka memasuki peran sebagai orang tua, kebiasaan diam tersebut kembali terulang.

Situasi ini membuat edukasi seksual tidak pernah hadir sebagai percakapan yang sehat di rumah, melainkan terus menjadi topik yang dihindari.

Takut Salah, Takut Anak Salah Paham

Selain faktor budaya, rasa takut juga menjadi alasan dominan orang tua canggung memulai pembicaraan soal edukasi seksual.

Berdasarkan pengalamannya berinteraksi dengan orang tua dan guru, Hana menyebut banyak yang khawatir salah menyampaikan informasi.

“Takutnya karena takut salah, takut anak memahaminya tidak sesuai dengan yang kita inginkan,” kata Hana.

Sebagian orang tua juga beranggapan pemahaman tentang seksualitas akan muncul dengan sendirinya seiring bertambahnya usia anak.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved