Tren Parenting Berbasis Sains, Edutrip Jadi Metode Belajar Anak Generasi Alpha
Pola asuh anak terus berevolusi mengikuti perubahan zaman. Kini tren parenting berbasis sains semakin menguat.
Dari sisi psikologis, Aninda, S.Psi., M.Psi.T., Praktisi Psikologi Anak Usia Dini, menilai stimulasi berbasis sains melalui eksplorasi, eksperimen, dan permainan sensorik membantu mengembangkan kemampuan kognitif, emosional, dan sosial secara seimbang.
Ia mencontohkan pengalaman dalam program tersebut. Di Hong Kong Children’s Discovery Museum, anak mendapat stimulasi melalui hands-on learning dan permainan peran yang mendorong kemampuan problem solving serta regulasi emosi.
Sementara di Hong Kong Zoological & Botanical Gardens, anak belajar melalui observasi langsung terhadap flora dan fauna yang menumbuhkan empati, kepekaan sensorik, dan pemahaman hubungan antar makhluk hidup.
“Kombinasi stimulasi yang tepat dan dukungan nutrisi dari rumah membantu membangun karakter anak yang tangguh, percaya diri, kritis, dan penuh rasa ingin tahu,” jelasnya.
Kolaborasi industri nutrisi dan ritel modern seperti Indomaret turut memperluas akses keluarga terhadap program edukatif yang terintegrasi dengan dukungan nutrisi.
Fenomena ini menandai pergeseran paradigma pengasuhan di Indonesia.
Orang tua tidak lagi sekadar mengejar nilai akademik, tetapi membangun ekosistem tumbuh kembang yang menyatukan sains, nutrisi, dan pengalaman nyata. Parenting berbasis sains pun diproyeksikan menjadi arus utama dalam membentuk generasi yang adaptif, kritis, dan siap menghadapi kompleksitas masa depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pengasuhan-berbasis-sains.jpg)