Senin, 27 April 2026

Mengapa Manusia Tidak Bisa Bernapas di Mars?

Mars memiliki atmosfer yang sangat tipis dan didominasi karbon dioksida, sehingga tidak dapat mendukung kehidupan manusia.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Tiara Shelavie

Ringkasan Berita:
  • Mars memiliki atmosfer yang sangat tipis dan didominasi karbon dioksida, sehingga tidak dapat mendukung kehidupan manusia. 
  • Meski kondisinya ekstrem, ilmuwan tetap mencari jejak kehidupan masa lalu melalui misi seperti Perseverance.
  • Teknologi seperti MOXIE membuka peluang manusia untuk memproduksi oksigen di Mars di masa depan.

TRIBUNNEWS.COM - Untuk semua drama tentang perjalanan menuju Mars, pertanyaan yang lebih sulit justru dimulai setelah mendarat.

Dilansir The Brighter Side of News, seseorang bisa tiba di planet itu dengan rencana makanan, air, dan tempat tinggal, tetapi semua itu tidak akan berarti lama tanpa sesuatu yang jauh lebih mendasar: oksigen.

Di Bumi, bernapas terasa otomatis karena atmosfer bekerja untuk kita. Di Mars, tidak demikian.

Perbedaan itu dimulai dari udaranya. Di Bumi, oksigen составляет sekitar 21 persen atmosfer, sementara nitrogen sekitar 78 persen. Saat bernapas, tubuh menggunakan oksigen dan membuang sisanya.

Mars menawarkan kondisi yang jauh lebih keras. Atmosfernya sangat tipis, hanya sekitar 1?ri atmosfer Bumi—artinya 99 persen lebih sedikit udara.

Planet ini lebih kecil dan gravitasinya lebih lemah, sehingga tidak mampu menahan gas dengan baik. Bahkan tanpa faktor lain, ini sudah membuat bernapas hampir mustahil. Namun komposisi udaranya membuatnya mematikan.

Planet yang Dipenuhi Gas yang Salah

Gas paling melimpah di Mars adalah karbon dioksida. Di Bumi, gas ini beracun dalam jumlah tinggi, tetapi di Mars justru mencapai 96?ri atmosfer.

Sebaliknya, oksigen hampir tidak ada—hanya sekitar 0,1%. Tanpa baju antariksa yang menyediakan oksigen, manusia akan meninggal hampir seketika. Dua hal terjadi hampir bersamaan: kehabisan napas dan tekanan rendah yang menyebabkan kondisi fatal pada tubuh.

Ini menjadi pengingat bahwa Mars bukan hanya jauh, tetapi juga sangat tidak ramah bagi kehidupan manusia.

Dan udara hanyalah sebagian dari masalah.

Air cair hampir tidak ada di permukaan Mars. Suhu turun drastis, terutama pada malam hari yang bisa mencapai minus 73°C. Bahkan sebelum membahas eksplorasi, tantangan utamanya adalah bertahan hidup di lingkungan yang hampir tidak menyediakan kebutuhan dasar manusia.

Baca juga: NASA Kehilangan Kontak dengan Wahana MAVEN di Mars, Investigasi Teknis Dimulai

Dunia Keras Tidak Menghentikan Pencarian Kehidupan

Namun, itu tidak berarti Mars tanpa harapan ilmiah. Hingga kini, belum ditemukan bukti kehidupan, tetapi penelitian masih di tahap awal.

Kondisi ekstrem tidak otomatis meniadakan kehidupan. Di Bumi, makhluk hidup dapat bertahan di lingkungan ekstrem seperti es Antartika, dasar laut, hingga jauh di bawah permukaan tanah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved