Bacaan Doa
Bacaan Zikir Pagi Lengkap Syekh Said bin Ali Wahf Al Qahthani
Bacaan zikir pagi yang disusun oleh Syaikh Said bin Ali Wahf Al Qahthani menjadi salah satu amalan harian yang banyak diamalkan umat Muslim.
TRIBUNNEWS.COM - Bacaan zikir pagi menjadi amalan yang dianjurkan bagi umat Islam untuk mengawali hari dengan mengingat Allah SWT.
Rangkaian doa dan pujian yang dibaca sejak terbit fajar ini dipercaya membawa ketenangan hati, perlindungan dari segala keburukan, serta keberkahan dalam setiap aktivitas.
Selain bersumber dari Al Quran, bacaan zikir pagi juga diriwayatkan dalam berbagai hadis shahih yang diamalkan Rasulullah SAW sebagai bagian dari rutinitas ibadah harian.
Bacaan zikir pagi yang disusun oleh Syaikh Said bin Ali Wahf Al Qahthani menjadi salah satu amalan harian yang banyak diamalkan umat Muslim di berbagai belahan dunia, berikut selengkapnya.
Said bin Ali bin Wahf Al-Qahtani merupakan seorang ulama, penulis sekaligus dosen dari suku asli Arab Al-Qahthani. Ia telah menulis banyak buku Islam yang beberapa bukunya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.
Sebagai pembuka zikir pagi hari, dalam buku zikir Syaikh Said membaca ayat kursi, Al Ikhlas, Al Falaq, hingga An Nas.
- Ayat Kursi (Dibaca 1 Kali)
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَلا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allâhu lâ ilâha illâ huw, al-hayyul-qayyûm, lâ ta'khudzuhû sinatuw wa lâ na'ûm, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, man dzalladzî yasyfa‘u ‘indahû illâ bi'idznih, ya‘lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum, wa lâ yuhîthûna bisyai'im min ‘ilmihî illâ bimâ syâ', wasi‘a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardl, wa lâ ya'ûduhû hifdhuhumâ, wa huwal-‘aliyyul-‘adhîm
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Allah tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Baqarah/2: 255).
Note: Barangsiapa membaca kalimat ini ketika pagi hari, maka ia dijaga dari (gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dijaga dari (gangguan) jin hingga pagi hari.” HR. Al-Hakim, 1/562. Al-Albani berpendapat hadits tersebut shahih dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib 1/273 dan beliau menisbatkan hadits tersebut kepada An-Nasa‟i dan AthThabrani, beliau berkata: “isnad Ath-Thabrani jayyid.
- Al Ikhlas (Dibaca 3 Kali)
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ.وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ.
Qul huwallaahu ahad, Allaahush shamad, Lam yalid walam yuulad, Walam yakul lahuu kufuwan ahad.
Artinya: "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada- Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".
Baca juga: Bacaan Zikir di Bulan Rajab: Tulisan Arab, Lafal Latin, dan Arti
- Al Falaq (Dibaca 3 Kali)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ.
Qul a'udzu birobbil falaq, Min syarri ma kholaq, Wamin syarri ghosiqin idza waqob, Wamin syarrin naffatsati fiil 'uqad, Wamin syiarri haasidin idza hasad
Artinya: "Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki".
- An Nas (Dibaca 3 Kali)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
Qul a'użu birabbin-nās, Malikin-nās, Ilāhin-nās, Min syarril-waswāsil-khannās, Allażī yuwaswisu fī sudurin-nās, Minal-jinnati wan-nās
Artinya: "Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia".