Minggu, 12 April 2026

Bacaan Doa

Doa Gerhana Bulan dan Amalan Sunah Memuji Kebesaran Allah SWT

Muslim dianjurkan memperbanyak doa gerhana bulan dan amalan sunah untuk memuji kebesaran Allah SWT yang berkehendak atas gerhana bulan dan matahari.

Editor: Nuryanti
Tribunnews.com
DOA GERHANA BULAN - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky dan Paint, Selasa (3/3/2026). Muslim dianjurkan memperbanyak doa gerhana bulan dan amalan sunah untuk memuji kebesaran Allah SWT yang berkehendak atas gerhana bulan dan matahari. 

Hadis dari ’Aisyah menyebutkan bahwa ketika terjadi gerhana, Nabi SAW segera menuju tempat salatnya di masjid dan menunaikan salat di sana.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW keluar menuju masjid, lalu beliau berdiri dan bertakbir, dan orang-orang pun berbaris di belakang beliau...” (HR. Bukhari no. 1050)

Riwayat lain juga menegaskan bahwa beliau mendatangi masjidnya untuk melaksanakan salat gerhana.

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa tuntunan Nabi SAW adalah melaksanakan salat gerhana di masjid. Seandainya bukan demikian, tentu lebih mudah dilakukan di tanah lapang agar dapat melihat berakhirnya gerhana.

Adapun tentang berjamaah, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin menegaskan bahwa berjamaah bukanlah syarat. Seseorang tetap boleh melaksanakannya sendiri di rumah. 

Rasulullah SAW bersabda: “Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalatlah”. (HR. Bukhari no. 1043)

Hadis ini tidak menyebutkan perintah khusus untuk salat di masjid, sehingga menunjukkan bahwa salat gerhana tetap sah meski sendirian. 

Namun, melaksanakannya secara berjamaah di masjid lebih utama karena itulah yang dicontohkan Nabi SAW, serta lebih menambah kekhusyukan dan peluang dikabulkannya doa.

3. Wanita Boleh Shalat Gerhana Bersama Kaum Pria

Dari Asma` binti Abi Bakr, beliau berkata, “Saya mendatangi Aisyah radhiyallahu ‘anha -isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- ketika terjadi gerhana matahari. Saat itu manusia tengah menegakkan shalat. Ketika Aisyah turut berdiri untuk melakukan sholat, saya bertanya: “Kenapa orang-orang ini?” Aisyah mengisyaratkan tangannya ke langit seraya berkata, “Subhanallah (Maha Suci Allah)”. Saya bertanya: “Tanda (gerhana)?” Aisyah lalu memberikan isyarat untuk mengatakan iya.” (HR. Bukhari no. 1053)

Imam Muhammad al-Bukhari bahkan membuat bab berjudul “Shalat wanita bersama kaum pria ketika terjadi gerhana matahari” sebagai penegasan bolehnya hal tersebut.

Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani, judul bab itu merupakan bantahan terhadap pendapat yang melarang wanita salat gerhana berjamaah bersama pria dan mewajibkan mereka salat sendiri.

Kesimpulannya, wanita boleh salat gerhana berjamaah di masjid. 

Namun, jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah, maka lebih baik dilaksanakan sendiri di rumah.

4. Menyeru Jama’ah dengan Panggilan ’Ash sholatu jaami’ah’ dan Tidak Ada Adzan maupun Iqomah

Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau mengatakan, “Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk memanggil jama’ah dengan: ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.” (HR. Muslim no. 901) . Dalam hadits ini tidak diperintahkan untuk mengumandangkan adzan dan iqomah. Jadi, adzan dan iqomah tidak ada dalam shalat gerhana.

5. Disunahkan Berkhutbah Setelah Shalat Gerhana

Imam Asy Syafi’i, Ishaq, dan banyak sahabat berpendapat bahwa muslim yang melakukan sholat gerhana berjamaah, dianjurkan untuk menyampaikan khutbah setelahnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved