Prof Nila Moeloek dan Menteri PPPA Suarakan Hak dan Keadilan bagi Perempuan
Sederet tokoh perempuan menyuarakan hak kaum hawa pada peringatan International Women’s Day 2026.
Ringkasan Berita:
- Sederet tokoh perempuan menyuarakan hak kaum hawa pada peringatan International Women’s Day 2026.
- Mereka menyoroti masih adanya tantangan seperti akses kesehatan perempuan yang belum merata serta kekerasan terhadap perempuan.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Sederet tokoh perempuan menyuarakan hak kaum hawa pada peringatan International Women’s Day 2026.
Adalah Prof. Nila Moeloek dan Menteri PPPA Arifah Fauzi menekankan pentingnya pemenuhan hak, keadilan, dan aksi nyata bagi perempuan.
Baca juga: Kenang Momen Sebelum Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Renatta Moeloek: Kamu Jiwa yang Indah
Mereka menyoroti masih adanya tantangan seperti akses kesehatan perempuan yang belum merata serta kekerasan terhadap perempuan.
Tahun ini, tema global yang diangkat adalah “Rights, Justice, and Action for All Women and Girls.”
Tema ini mengajak semua pihak untuk tidak hanya berbicara tentang hak perempuan, tetapi diiringi aksi nyatanya.
Di Indonesia, pesan ini juga disuarakan oleh berbagai tokoh, termasuk Prof Nila Moeloek dan Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi.
Pengagas Farid Nila Moeloek (FNM) Society ini menyebut, perayaan IWD berarti merayakan keberanian serta tekad perempuan untuk memperjuangkan hak perempuan.
Tahun ini, ia menilai temanya sangat relevan karena mengingatkan hak perempuan tidak bisa dipisahkan dari aspek kesehatan dan kesejahteraan hidup.
Hal ini disampaikan Nila dalam Forum Perempuan bertema “Dari Hak Menuju Aksi untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan.” yang digelar di Jakarta pada Selasa (10/3).
“Ketika kita berbicara tentang hak, kita tidak bisa memisahkannya dari tubuh dan kesehatan perempuan. Hak atas kesehatan adalah fondasi dari kesetaraan,” ujarnya dia.
Baca juga: Anak Perempuan di Indonesia Minim Informasi Menstruasi, Kesehatan Reproduksi Terabaikan
Mantan menteri kesehatan ini menekankan, kesehatan perempuan masih menjadi tantangan besar terutama dalam proses kehamilan dan persalinan serta kekerasan yang kerap dialami perempuan.di berbagai tempat.
"Hak dan keadilan bagi perempuan tidak boleh berhenti . Mari bersama-sama memastikan bahwa setiap perempuan memiliki ruang, kesempatan, dan dukungan untuk berperan sebagai penggerak perubahan” pesan Prof. Nila.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hak-perempuans.jpg)