Senin, 20 April 2026

Prof Nila Moeloek dan Menteri PPPA Suarakan Hak dan Keadilan bagi Perempuan

Sederet tokoh perempuan menyuarakan hak kaum hawa pada peringatan International Women’s Day 2026.

Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
HAK PEREMPUAN - Arifah Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (tengah), Siti Hediati Soeharto, S.E., Ketua Komisi IV DPR RI (kedua dari kiri), Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, Sp.M(K), Pendiri FNM Society (kedua dari kanan), bersama dengan Figen Samdanci, Growth and Emerging Market Leadership Team, Takeda Pharmaceuticals (kanan), dan Andreas Gutknecht, President Director PT Takeda Innovative Medicines (kiri), berfoto bersama dalam pembukaan Forum Perempuan: Rights. Justice. Action. Dari Hak Menuju Aksi untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan, di Jakarta (10/03/2026). Mereka menyoroti masih adanya tantangan seperti akses kesehatan perempuan yang belum merata serta kekerasan terhadap perempuan dan menekankan pentingnya pemenuhan hak, keadilan, dan aksi nyata bagi perempuan. 

Ditambahkan Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, dr. Lovely Daisy, perempuan memiliki peran penting dalam mendorong pola hidup sehat di keluarga dan masyarakat, termasuk dalam kesehatan ibu, anak, dan reproduksi. Karena itu, sistem kesehatan harus memastikan perempuan mendapatkan akses informasi, layanan kesehatan berkualitas, serta perlindungan hak kesehatan reproduksi.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menekankan, tema global IWD tahun ini mengingatkan, kemajuan perempuan harus dimulai dari pemenuhan hak dasar, diikuti dengan keadilan, dan diwujudkan melalui aksi nyata.

Ia menjelaskan kesetaraan gender merupakan prinsip penting dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. 

“Ketika perempuan mendapat kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam pembangunan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perempuan itu sendiri, tetapi juga oleh keluarga, masyarakat, dan negara,” jelasnya.

Sejumlah kemajuan yang telah dicapai Indonesia. Indeks Pembangunan Gender terus membaik, menandakan kesenjangan antara perempuan dan laki-laki semakin menyempit, terutama dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup.

Di bidang ekonomi, partisipasi perempuan dalam dunia kerja juga mengalami perkembangan. Saat ini, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan berada di kisaran 56 persen.

Selain itu, keterwakilan perempuan di parlemen juga meningkat. Berdasarkan hasil Pemilu 2024, jumlah perempuan di DPR mencapai sekitar 21,9 persen atau 127 orang dari total 580 anggota.

Meski ada kemajuan tantangan masih cukup besar, terutama terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Perwakilan Takeda Pharmaceuticals, Figen Samdanci, mengatakan peningkatan kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada obat dan vaksin, tetapi juga membutuhkan kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

Sementara itu, UNFPA Indonesia menekankan pentingnya melindungi perempuan dan anak perempuan dari kekerasan sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang sehat dan setara.

Melalui forum yang dihadiri sekitar 500 orang, diharapkan kolaborasi berbagai pihak dapat memperkuat peran perempuan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved