Jumat, 1 Mei 2026

Bacaan Doa

Doa Membasuh Muka saat Wudhu agar Wajah Bercahaya di Hari Kiamat

Muslim dapat mengamalkan doa membasuh muka saat wudhu agar wajahnya bercahaya di hari kiamat. Berikut ini doa yang dapat dibaca.

Tayang:
Tribunnews.com
DOA MEMBASUH MUKA - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Rabu (15/4/2026). Muslim dapat mengamalkan doa membasuh muka saat wudhu agar wajahnya bercahaya di hari kiamat. 

Rasulullah SAW. menjelaskan keadaan pada hari kiamat, di mana seluruh manusia dikumpulkan dalam keadaan tanpa busana dan tanpa alas kaki.

Meski mereka dikumpulkan tanpa busana, Rasulullah SAW. menjelaskan bahwa mereka tidak akan peduli pada aurat satu sama lain karena ketakutan yang begitu dahsyat pada hari kiamat telah menghilangkan nafsu mereka.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dihimpun (pada hari Kiamat) menuju Allâh Azza wa Jalla dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, dan tidak dikhitan.” Maka istri Rasulullah, ‘Aisyah radiallahu anha bertanya, “Ya Rasulullah, laki-laki dan perempuan, satu sama lain bisa melihat auratnya?” Nabi saw menjawab: “Kejadian ketika itu lebih dahsyat sehingga memalingkan mereka dari keinginan seperti itu.” (HR. Bukhari)

Pada hari kiamat, matahari akan didekatkan ke kepala manusia hingga jarak yang sangat dekat, sebagaimana dikutip dari Universitas Islam Indonesia.

Dari Miqdad bin Al-Aswad radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda: “Pada hari kiamat, matahari akan didekatkan kepada manusia hingga jaraknya hanya sekitar satu mil.”

Dalam hadis lain disebutkan bahwa manusia akan terbagi dalam tiga golongan di hari kiamat, yaitu mereka yang berjalan kaki, yang menaiki kendaraan, dan yang berjalan dengan wajah.

Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya pada hari kiamat, manusia akan dikumpulkan menjadi tiga golongan. Satu golongan berjalan kaki, satu golongan berkendaraan, dan yang satu golongan lagi berjalan dengan wajah mereka.” Kemudian para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana caranya mereka berjalan dengan wajahnya?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah-lah yang telah membuat mereka bisa berjalan dengan kedua kakinya, maka Dia juga bisa membuat manusia berjalan dengan wajahnya. Pada saat itu, alangkah sukarnya mereka berjalan karena harus berjalan dengan menjaga wajah mereka dari tanah-tanah yang terjal dan banyak tanaman berduri.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Hari kiamat juga disebutkan dalam banyak ayat di dalam Al-Quran.

"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia." (QS. An Naba’: 17-20)

Para ulama menafsirkan An-Naba' merupakan Surat yang membahas tentang hari kebangkitan dan hari pembalasan.

Penjelasan tentang kejadian di hari kiamat juga disebutkan dalam Surat An-Nazi'at ayat 6-9: "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu sangat takut. Pandangannya tunduk."

Kehancuran pada hari kiamat dan dibangkitkannya orang-orang yang meninggal dunia disebutkan dalam Surat At-Takwir ayat 1-14.

“Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak dipedulikan), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, ‘dan apabila lautan dipanaskan, dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh), apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh, dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, dan apabila langit dilenyapkan, dan apabila neraka Jahim dinyalakan, dan apabila surga didekatkan, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya." (QS. At-Takwir: 1-14)

Dalam hadis dijelaskan bahwa manusia akan melewati jembatan atau sirath pada hari kiamat, di mana kecepatan mereka melewati jembatan itu sesuai dengan amal kebaikannya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. bersabda: “Yang pertama kali lewat di antara kalian bagaikan kilat”
Aku (Abu Hurairah) bertanya, “Demi bapak dan ibuku sebagai tebusannya, apa maksud “berjalan seperti kilat”? Beliau Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, “Tahukah kamu bagaimana kilat pergi dan datang dalam sekejap?”
Kemudian (ada yang) berjalan seperti angin, seperti burung, dan ada juga yang berlari, perjalanan mereka sesuai dengan amalan mereka. Sedangkan Nabi kalian ini (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berdiri menunggu di atas sirath seraya berdoa, ‘Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah…’. Sampai ada yang amalannya (karena sedikit) tak sangup (membawa si hamba tadi) sehingga ada orang yang tidak bisa lewat melainkan merayap." (HR. Muslim)

7 Golongan yang Mendapat Naungan di Hari Kiamat

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved