Bacaan Doa
Doa Mencium Hajar Aswad, Batu Hitam dari Surga yang Ada di Kabah
Jemaah haji/umrah disunahkan untuk mencium/menyentuh Hajar Aswad, batu hitam yang berada di sudut Kabah, dekat dengan pintu Kabah.
Kementerian Agama menjelaskan bahwa Hajar Aswad merupakan batu hitam yang berada di salah satu sudut Kabah, tepatnya di sudut tenggara dekat pintu Kabah.
Batu ini memiliki kedudukan istimewa dalam ibadah haji dan umrah karena Rasulullah SAW mencontohkan untuk menyentuh dan menciumnya saat thawaf.
Tradisi menyentuh atau mencium Hajar Aswad dikenal dengan istilah istilam dan hukumnya sunnah menurut mayoritas ulama dari mazhab Maliki, Syafi’i, Hanafi, dan Hanbali.
Jika tidak memungkinkan menyentuh secara langsung karena padatnya jamaah, cukup memberi isyarat dengan tangan sambil bertakbir.
Dalam sejarahnya, Hajar Aswad disebut ditemukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS saat membangun Kabah.
Ketika Kabah dipugar oleh kaum Quraisy sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul, sempat terjadi perselisihan mengenai siapa yang berhak meletakkan kembali Hajar Aswad ke tempatnya.
Rasulullah SAW kemudian menjadi penengah dengan membentangkan kain, meletakkan Hajar Aswad di atasnya, lalu meminta para pemuka Quraisy bersama-sama mengangkat kain tersebut.
Setelah sampai di tempatnya, Rasulullah SAW sendiri yang meletakkan batu itu kembali di sudut Kabah.
Hikmah Mencium Hajar Aswad
Mengutip laman Muhammadiyah, berikut beberapa hikmah mencium Hajar Aswad:
1. Mengikuti sunnah Rasulullah SAW
Mencium atau menyentuh Hajar Aswad dilakukan sebagai bentuk ittiba’ atau mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW saat thawaf.
Hal ini sebagaimana perkataan Umar bin Khattab bahwa beliau melakukannya karena melihat Rasulullah SAW melakukannya, bukan karena batu itu memiliki kekuatan tertentu.
2. Menjadi penanda awal thawaf
Hajar Aswad memiliki fungsi penting sebagai titik dimulainya thawaf mengelilingi Kabah.
Karena itu, keberadaannya membantu jamaah mengetahui awal dan akhir putaran thawaf.
3. Mengingat sejarah para nabi
Hajar Aswad berkaitan dengan sejarah pembangunan Kabah oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Dengan menyentuh atau menciumnya, umat Islam diingatkan pada perjuangan dan jejak ibadah para nabi terdahulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-MENCIUM-HAJAR-ASWAD-3R3WR.jpg)