Rabu, 27 Mei 2026

Bacaan Doa

Doa Agar Ibadah Haji Lancar dan Dijauhkan dari Gangguan

Jemaah haji dianjurkan untuk meningkatkan doa, dzikir, selama melaksanakan ibadah haji. Selain itu, jemaah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental.

Tayang:
Tribunnews.com
DOA IBADAH HAJI - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Sabtu (23/5/2026). Jemaah haji dianjurkan untuk meningkatkan doa, dzikir, selama melaksanakan ibadah haji. Selain itu, jemaah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental. 

Selama berada dalam kondisi ihram, jemaah haji maupun umroh dilarang mencukur rambut atau bulu dari bagian tubuh mana pun, seperti rambut kepala, kumis, jenggot, bulu ketiak, maupun bulu kemaluan.

Larangan ini bertujuan menjaga kesucian dan kesederhanaan selama berihram.

Jika seseorang melanggar larangan tersebut, maka ia diwajibkan membayar fidiah berupa puasa, bersedekah kepada fakir miskin, atau menyembelih hewan kurban.

Ketentuan ini dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 196 yang menerangkan tentang fidiah bagi orang yang mencukur rambut karena alasan tertentu.

3. Menggunting Kuku

Menggunting kuku juga termasuk larangan saat seseorang sedang berihram.

Hal ini karena memotong kuku dianggap sebagai bentuk memperindah diri, sedangkan ihram mengajarkan kesederhanaan dan pengendalian diri di hadapan Allah SWT.

Karena itu, jemaah dianjurkan memotong kuku sebelum memasuki ihram.

Jika larangan ini dilanggar dengan sengaja, maka jemaah wajib membayar fidiah sebagaimana ketentuan pada pelanggaran ihram lainnya.

4. Menutup Kepala bagi Laki-Laki dan Menutup Wajah bagi Perempuan

Laki-laki yang sedang ihram dilarang menutup kepala menggunakan topi, sorban, atau penutup lainnya. Sementara itu, perempuan tidak diperbolehkan menutup wajah dengan cadar atau niqab, serta tidak memakai sarung tangan.

Larangan ini bertujuan menunjukkan sikap tawadhu, kesederhanaan, dan kepasrahan di hadapan Allah SWT selama menjalankan ibadah haji dan umroh.

Ketentuan ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar dan tercantum dalam riwayat Sahih al-Bukhari.

5. Mengenakan Pakaian Berjahit bagi Laki-Laki

Selama berihram, laki-laki diwajibkan memakai pakaian ihram berupa dua lembar kain sederhana yang tidak membentuk lekuk tubuh.

Karena itu, penggunaan pakaian berjahit seperti baju, celana, atau pakaian yang mengikuti bentuk tubuh dilarang selama ihram.

Larangan ini mengandung makna persamaan derajat di hadapan Allah SWT, tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun kekayaan seseorang. Pakaian ihram menjadi simbol kesederhanaan dan ketulusan dalam beribadah.

6. Menggunakan Harum-Haruman

Jemaah yang sedang ihram tidak diperbolehkan menggunakan parfum atau wewangian, baik pada tubuh, pakaian, maupun barang-barang yang dipakai.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved