Bursa Capres
Litbang Kompas: Ganjar Pranowo Lewati Prabowo Subianto, Anies Baswedan Mulai Naik, PDIP Usung Siapa?
Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan terus menanjak, sementara Prabowo Subianto mengalami penurunan.
Editor:
Malvyandie Haryadi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pilpres 2024 masih akan berlangsung setahun lebih tapi persaingan para tokoh yang dianggap potensial kian menarik.
Dalam hasil yang diliris sejumlah lembaga, setidaknya ada tiga sosok yang konsisten berada di tiga besar: Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.
Terbaru, Litbang Kompas merilis survei terkait elektabilitas calon presiden (capres).
Dalam survei tersebut terungkap, elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan terus menanjak, sementara Prabowo Subianto mengalami penurunan.
Sebagai informasi, survei Litbang Kompas ini diselenggarakan pada jangka waktu 24 September-7 Oktober 2022.
Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka ini dengan total 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia.
Dalam survei terbaru Litbang Kompas, posisi Prabowo Subianto yang sebelumnya berada di peringkat pertama disalip oleh Ganjar Pranowo.
Eletabilitas Gubernur Jawa Tengah itu tercatat 23,2 persen atau naik jika dibandingkan dua periode sebelumnya: Januari (20,5 persen) dan Juni (22 persen).
Baca juga: Survei Litbang Kompas: Ridwan Kamil Kokoh Jadi Cawapres Terkuat di Pilpres, Disusul Sandiaga Uno
Hal sebaliknya dialami Prabowo Subianto. Jika tadinya di bulan Januari mendapat 26,5 persen, kini mulai turun.
Elektabilitas Prabowo pada bulan Oktober ini anjlok menjadi 17,6 persen.
Bagaimana dengan Anies Baswedan?
Secara peringat, Anies Baswedan memang masih belum berubah.
Ia ada di urutan ketiga. Namun, hasil survei Oktober menunjukkan, elektabilitas Anies mencapai 16,5 persen.
Artinya mengalami kenaikan, jika dibandingkan pada survei Januari, di mana elektabilitas Anies 14,2 persen dan sempat turun pada Juni, yakni 12,6 persen.
Selain perolehan angka yang masih dinamis, persaingan juga terasa ketat karena elektabilitas antartokoh tak terpaut jauh.