Bursa Capres
Litbang Kompas: Ganjar Pranowo Lewati Prabowo Subianto, Anies Baswedan Mulai Naik, PDIP Usung Siapa?
Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan terus menanjak, sementara Prabowo Subianto mengalami penurunan.
Editor:
Malvyandie Haryadi
"Tadi diberikan sanksi lisan, tentu ini bagian dari komunikasi publik yang rasanya saya harus memperbaiki," ucapnya.
Ganjar menyebut saat memberikan klarifikasi, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa capres kewenangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Sementara itu, menanggapi survei terbaru Litbang Kompas, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono mengatakan, turunnya elektabilitas Prabowo menjadi masukan bagi Gerindra.
Baca juga: PDIP Beri Sanksi Keras FX Rudy soal Ganjar: Kami Tak Pandang Bulu, Kader Senior Sanksi Lebih Berat
"Namun, angka survei masih dinamis seiring masih jauhnya tanggal pendaftaran peserta Pilpres 2024, yakni Oktober 2023. Ia meyakini derajat keterpilihan Prabowo akan naik pada waktunya karena saat ini Prabowo masih fokus menjalankan tugas sebagai menteri pertahanan," katanya.
PDIP Prediksi Bakal Usung Ganjar
Direktur Eksekutif Paremeter Politik Indonesia, Adi Prayitno, meyakini PDI Perjuangan (PDIP) bakal realistis mengusung kadernya Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Adi menanggapi hasil Survei Litbang Kompas Oktober 2022 yang dirilis pada hari Rabu (26/10/2022) dan menempatkan Ganjar dengan elektabilitas atau tingkat keterpilihan paling atas.
Bagi Adi, hasil ini kian meneguhkan persaingan tiga tokoh tersebut seraya membuat PDIP rasional soal capres.
Meskipun saat ini elite PDIP disebut lebih condong mendorong Puan Maharani sebagai caprs namun kata dia pada akhirnya nanti tetap realistis calonkan Ganjar sebagai capres di 2024.
"Ketiga tokoh ini langganan top three survei. Teratas Ganjar, disusul Prabowo, lalu Anies Baswedan. Sudah lama ketiganya masuk radar survei yang punya penetrasi dan penerimaan publik yang memadai," ujar Adi, Rabu (26/10/2022) dikutip dari Kompas.TV.
"Ganjar misalnya dinilai publik sebagai representasi kubu pemerintah saat ini. Sementara Anies sebaliknya dianggap sebagai replika kubu oposisi. Sedangkan Prabowo dikenal publik karena investasi politiknya yang cukup panjang sejak pemilu 2009 lalu, yang juga bagian pemerintah," sambung Adi.
Menurutnya, tiga tokoh ini tiinggal mencari tiket partai untuk mendaftar ke KPU dan itu disebut bukan perkara mudah.
"Dari segi PDIP misalnya the end of the day nya pasti realistis akan usung capres yang potensial menang. Tentu demi memenuhi hasrat hattrick di 2024," jelasnya.
"Dalam konteks ini Ganjar punya kesempatan diusung karena punya elektabilitas memadai," sambungnya.
Ia lantas menilai rasionalitas itu bakal terlihat meskipun di level elite saat PDIP terlihat solid dukung Puan.