Minggu, 31 Agustus 2025

Pilpres 2024

Mahfud MD Tolak Jadi Cawapres Anies Baswedan dan Masuk Bursa Cawapres Ganjar Pranowo

Nama Mahfud MD laris manis jadi cawapres, terbukti pernah dilobi jadi cawapres Anies Baswedan hingga masuk dalam bursa cawapres Ganjar Pranowo.

WARTA KOTA/YULIANTO
Plt Menkominfo, Mahfud MD menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan seleksi jabatan Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo 2023-2028 di Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (26/5/2023). Nama Mahfud MD laris manis jadi cawapres, terbukti pernah dilobi jadi cawapres Anies Baswedan hingga masuk dalam bursa cawapres Ganjar Pranowo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Menko Polhukam Mahfud MD laris manis jadi cawapres.

Tak hanya dilobi untuk jadi Cawapres Anies Baswedan, kini namnya juga masuk bursa cawapres Ganjar Pranowo.

Terang-terangan Mahfud MD mengaku menolak jadi cawapres Anies Baswedan.

Kini Mahfud MD belum berkomentar soal namanya yang masuk bursa cawapres Ganjar Pranowo.

Selain nama Mahfud MD, ada pula nama Sandiaga Uno, AHY, Ridwan Kamil hingga Airlangga Hartarto yang juga masuk bursa capres Ganjar Pranowo.

Puan PDIP Ungkap Nama yang Masuk Bursa Cawapres Ganjar: Mahfud MD, Erick Thohir, Sandiaga Uno hingga AHY

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang Politik, Puan Maharani membeberkan nama-nama figur yang masuk bursa partainya sebagai pendamping Ganjar Pranowo sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024.

Menurut Puan, ada 10 nama figur yang kini masuk pertimbangan PDIP untuk dibahas.

Dia pun menyebut satu persatu nama tersebut dari mulai Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri BUMN Erick Thohir hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Bahkan, Puan turut menyebut nama Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Peryataan Puan itu disampaikan saat ditanya soal sosok cawapres yang bakal dibahas PDIP untuk pendamping Ganjar di Pilpres 2024.

"Pencawapresan nama kan banyak ada ada 10. Kalau boleh saya sebutkan yang ada di media ada Pak Mahfud sudah masuk namanya. Pak Erick Thohir, Pak Ridwan Kamil, Pak Sandiaga Uno, Pak AHY, sopo (siapa) lagi mas, Pak Airlangga, nama-nama itu ya masuk dalam peta yang ada di PDI Perjuangan kalau bisa saya sebut beberapa nama itu," kata Puan saat konferensi pers di sela-sela Rakernas III PDIP, Sekolah Partai Lenteng Agung Jakarta, Selasa (6/6/2023).

Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, saat jumpa pers setelah Rakernas PDIP di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2023).
Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, saat jumpa pers setelah Rakernas PDIP di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2023). (Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

Lebih lanjut, Puan menyebut, semua figur tersebut pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, itu semua akan jadi pertimbangan partai berlambang banteng moncong putih itu.

"Semuanya tentu saja mempunyai kelebihan-kelebihan yang nantinya dipertimbangkan dan kemudian apakah itu bisa bekerja sama dengan calon dari PDI Perjuangan sesuai dengan visi misi, cita-cita dan sebagainya," ungkap Puan.

Ketua DPR RI ini menambahkan, nantinya nama figur cawapres Ganjar akan dikerucutkan kembali oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Dan tentu bakal dubahas bersama dengan parpol pendukung.

"Nama tetap akan kami kerucutkan tapi bukan hari ini. Hari ini masih menimbang-nimbang dulu dari nama-nama yang ada," jelas Puan.

Mahfud MD Pernah Dilobi Presiden PKS Jadi Cawapres Anies Baswedan

Menko Polhukam RI Mahfud MD ternyata pernah dilobi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu agar mau menjadi calon wakil presiden (cawapres) dari Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

Permintaan itu disampaikan Ahmad Syaikhu saat mendatangi rumah Mahfud MD.

Saat itu, petinggi PKS itu pun langsung menawarkan agar dirinya mau menjadi cawapres Anies.

"Pak Syaikhu ketika datang ke rumah saya, menjajaki bagaimana kalau bapak menjadi cawapres-nya Anies," kata Mahfud saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (5/6/2023).

Alasan Mahfud MD Tolak Jadi Cawapres Anies Baswedan

Mahfud pun mengaku dirinya menolak tawaran dari Ahmad Syaikhu.

Sebab, dia khawatir jika menjadi cawapres Anies bakal mengganggu partai politik dalam koalisi perubahan untuk persatuan.

"Saya bilang jangan saya, nanti malah pecah. Anies kalau nanti koalisinya gak setuju malah Anies-nya nanti nggak dapat tiket kalau partainya 1 keluar," jelasnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD dan bakal capres, Anies Baswedan.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD dan bakal capres, Anies Baswedan. (WARTAKOTA Yulianto/SURYA Purwanto)

Cawapres Anies Mengerucut ke Satu Nama

Diberitakan sebelumnya, Partai NasDem mengungkapkan bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan sudah mengerucut ke satu nama.

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengatakan mengatakan bakal cawapres itu sudah diputuskan dalam tim delapan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

"Cawapres itu sudah kita putuskan di tim 8 jadi 1 nama iya," kata Willy di NasDem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Jumat (2/6/2023).

Menurut Willy, kedatangan Anies ke Pacitan bertemu Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga melaporkan nama cawapres tersebut.

"Itulah kemarin Pak Anies dan tim ke Pacitan menyampaikan ke Mas AHY dan Pak SBY," ujarnya.

Dia menyebut kedatangan Anies ke NasDem Tower hari ini juga guna menyampaikan cawapres tersebut.

"Tadi ke Pak Surya Paloh," ujarnya.

Baca juga: Elektabilitas Anies selalu di Bawah Ganjar dan Prabowo, NasDem: Kami Yakin pada Kinerja dan Struktur

Lebih lanjut, Willy menjelaskan pengumuman cawapres Anies paling lambat digelar pada 16 Juli 2023.

"Deadline waktu yang sudah kita siapkan di tim 8 itu paling lambat deklarasinya 16 Juli, tapi 1 namanya sudah," ungkapnya.

Ganjar Bicara Soal Nama Cawapres: Kita Akan Bahas Bareng Partai Politik Pendukung, Jadi Sabar

Bakal calon presiden (Bacapres) dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menegaskan bahwa pembahasan soal calon wakil presiden (Cawapres) bakal dibahas bersama-sama dengan partai yang telah menyatakan bekerja sama di Pilpres 2024.

Pasalnya, Ganjar menyebut saat ini ada banyak partai politik yang masih ingin bergabung dan membuka kerja sama dengan PDI Perjuangan.

Apalagi, partai politik yang telah menyatakan kerja sama seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang membuka kemungkinan kerja sama turut menyodorkan nama cawapres.

Hal itu disampaikan Ganjar menjawab pertanyaan media soal kemungkinan nama cawapres bakal dibahas di Rakernas III PDIP.

"Jadi urusan cawapres karena banyak partai masih akan bekerja sama dengan PDI Perjuangan, maka akan terjadi berembuk, masih-masing juga sudah melemparkan, kemarin 'boleh nggak calonnya dari kami? Boleh nggak?' 'Boleh'," kata Ganjar di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (6/6/2023). Turut mendampingi Ganjar, Ketua DPP PDIP bidang Politik Puan Maharani, Wakil Sekjen PDIP Arif Wibowo.

Baca juga: PDIP Sebut Jokowi All Out Dukung Ganjar Pranowo: Masa Dukung Kader Partai Lain

Gubernur Jawa Tengah ini juga menyebut nama-nama cawapres yang disodorkan mendampingi dirinya akan dibahas bersama-sama dengan partai yang telah menyatakan kerja sama.

Apalagi, hal itu telah disampaikan sebelumnya oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani.

Sehingga, nantinya nama-nama cawapres yang telah mengerucut bakal dikomunikasikan dengan dirinya, agar bisa sama-sama membangun visi misi demi kemajuan bangsa ke depan.

Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan/PDIP), Megawati Soekarnoputri (kedua kanan), Ketua DPP PDIP, Puan Maharani (kedua kiri), Bakal Calon Presiden 2024 dari PDIP, Ganjar Pranowo (kanan), dan Kepala Situation Room PDIP, Prananda Prabowo memberikan keterangan saat sesi konferensi pers Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan di Sekolah Partai PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2023). Rakernas III PDI Perjuangan mengambil tema
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan/PDIP), Megawati Soekarnoputri (kedua kanan), Ketua DPP PDIP, Puan Maharani (kedua kiri), Bakal Calon Presiden 2024 dari PDIP, Ganjar Pranowo (kanan), dan Kepala Situation Room PDIP, Prananda Prabowo memberikan keterangan saat sesi konferensi pers Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan di Sekolah Partai PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2023). Rakernas III PDI Perjuangan mengambil tema "Fakir Miskin dan Anak Telantar Dipelihara oleh Negara". TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Nanti akan kita rapatkan dan tentu persis seperti Mbak Puan sampaikan, Ibu Ketum sampaikan, kita akan membahas bareng-bareng," ujar Ganjar.

"Setelah mengerucut, dikonsultasikan, nanti dikomunikasikan dengan Capresnya agar kita bisa bareng," sambung dia.

Maka dari itu, Ganjar meminta bersabar soal pengumuman nama cawapres pendampingi dirinya.

"Jadi sabar," jelas Ganjar. (tribun network/thf/Tribunnews.com)

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan