Jaringan Kelompok ISIS
Tidak Ada Penggeledahan di Bekas Kantor Ustaz Fahri
Pasukan gabungan antiteror Densus 88 dan Polda Metro jaya pada hari ini, Minggu (22/3/2015), menggerebek kediaman terduga teroris
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasukan gabungan antiteror Densus 88 dan Polda Metro jaya pada hari ini, Minggu (22/3/2015), menggerebek kediaman terduga teroris Tuah Febriwansyah alias Ustaz Fahri di Jalan Baru LUK RT 05/07 Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.
Fahri diduga berperan penting dalam penggalangan dana dan perekrutan anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) untuk diberangkatkan ke Suriah.
Di rumah tersebut aparat mengamankan sejumlah barang bukti seperti lima unit laptop, buku panduan jihad, dan sejumlah dokumen.
Beredar informasi jika penggeledahan juga dilakukan di bekas kantor Ustaz Fahri, di Jalan Pisok Raya Nomor EB X/45A, Bintaro, Tangerang Selatan.
Namun ketika Tribunnews.com menyambangi bekas kantor media online Arrahmah tersebut, tidak ada tanda tanda bekas penggeledahan aparat. Rumah bercat putih tersebut tampak kosong. Hal itu tampak dari papan pengumuman yang digantung dipagar rumah, bertuliskan "disewakan".
Indra, salah seorang warga yang tinggal 200 meter dari bekas kantor Arrahmah mengatakan, tidak ada penggeledahan yang dilakukan oleh kepolisian beberapa hari terakhir di rumah tersebut.
"Tidak ada. Tadi juga banyak yang nanyain cuma tidak ada apa apa di rumah kosong itu" ujarnya.
Menurut indra, enam tahun lalu memamg rumah berlantai dua itu pernah digeledah oleh polisi terkait terorisme. tidak lama setelahnya, rumah tersebut kosong dan diisi oleh penyewa baru.
"Tidak lama setelah digeledah, kosong, kemudian diisi dan sekarang kosong lagi," tuturnya.
Indra mengaku tidak kenal dengan Ustaz Fahri meski dulu pernah berkantor di dekat rumahnya. Menurutnya yang sering bergaul dengan tetangga adalah pegawai kantor tersebut yang bernama Agus.
"Dulu yang sering bergaul ngakunya bernama Agus, kalau dilihat dari logatnya dia orang sunda," katanya.
Menurut Indra, Agus sering berkumpul dengan tetangga di warung yang tidak jauh dari kantor Arrahamah dulu. Setelah penggerebekan, Agus tidak diketahui jejeknya.
"Sering duduk-duduk di warung setiap sore, tapi tidak pernah membicarakan pekerjaan," katanya.
Indra dan para tetangga lainnya dulu pernah merasa heran. Meski kantor tersebut tidak terlau ramai dan Agus mengaku hanya sebagai pegawai biasa, namun uangnya banyak.
"Kerjaannya nongkrong, tapi mobilnya ganti-ganti," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rumah-tuah-febriwansyah_20150322_204833.jpg)