Media Harus Berperan Aktif dan Ikut Menangkal Hoax dan Ujaran Kebencian
Banyaknya berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian yang beredar di masyarakat melalui media social (medsos) tentunya menjadi tantangan terbesar
Editor:
Toni Bramantoro
Untuk itu dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk dapat percaya kembali pada pemberitaan yang bersumber dari media mainstream tanpa melalui medsos. Masyarakat diminta untuk tidak terlalu percaya dari sumber yang ada di medsos itu. Karean apa yang ada dan dimuat medsos sifatnya hanya sebagai informasi semata, yang tentunya berbeda dengan berita yang dimuat media mainstream.
Setiap mendapat informasi yang meragukan, misalnya meminta diviralkan, mengajak orang untuk menyerang orang lain, bernada hasutan dan kebencian baik yang disebarkan melalui medsos atau yang terjadi di dunia nyata sebaiknya dicek terlebih dahulu pada sumber-sumber yang kredibel atau sumber media mainstream.
“Masyarakat harus juga memcari informasi dari media mainstream. Dan tentunya tugas dari pers atau media mainstreamlah yang harus dapat meluruskan dan memberikan informasi yang valid kepada masyarakat terhadap berita yang beredar di medsos atau di dunia nyata tersebut. Ini agar masyarakat sendiri tidak mudah terpengaruh terhadap hoax ataupun ujaran kebencian yang timbul dari medsos atau yang tersebur melalui kehidupan nyata tersebut,” urainya.