Dinkes DKI Ungkap Sekira 100 RW di DKI Jakarta Rawan Kasus DBD

Adanya angka yang mencapai 100 RW, Widyastuti mengakui bahwa angka bebas jentik nyamuk aedes aegypti masih kurang di bawah target

Dinkes DKI Ungkap Sekira 100 RW di DKI Jakarta Rawan Kasus DBD
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
PENCEGAHAN DBD - Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung melakukan fogging di pemukiman warga Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (25/3). Pengasapan tersebut dilakukan sebagai langkah membasmi dan mencegah penyebaran nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD), disamping itu Kecamatan Dayeuhkolot menjadi salah satu daerah endemis DBD. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Dimana sebelumnya anaknya mengalami panas dingin yang cukup tinggi.

Hingga akhirya, ia memutuskan untuk membawa anaknya ke rumah sakit.

"Masuk rumah sakit itu Sabtu sore, pas dibawa itu sebenatnya sudah turun panasnya, panas tinggi justru malah Senin, Selasa," kata Parnomo, Jumat (15/2/2019).

Dikatakan Parmono, sejak anaknya mengalami panas dingin yang cukup tinggi, kerap kali anaknya selalu muntah-mutah.

Namun panas tinggi yang dirasakan oleh anaknya hanya berlangsung selama dua hari. Selanjutnya suhu badan mengalami penurunan.

Sejak itu sebenarnya anaknya akan dimasukan ke dalam ICU.

Namun, karena kondisi ruang ICU penuh hal itu belum dilakukan.

Hingga pada akhirnya pada Kamis (14/2/2019), anaknya mengalami kritis, dan pada Jumat (15/2/2019) anaknya baru mendapatkan ruangan ICU.

"Saya ngak tahu ini DBD atau apa, saya juga ngak tanya mas, soalnya saat kritis saya udah binggung, mikirnya ke anak aja gimana biar cepet sembuh," ujarnya.

Meski begitu dirinya mengaku mengikhlaskan kepergian putrinya tersebut, meski hal itu sangat berat bagi dirinya.

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved